Palu, Globalrakyat.com – Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Palu menyatakan komitmennya untuk meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada tahun 2025, sebagaimana program yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan RI dalam rangka memperkuat reformasi birokrasi nasional.
Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Pakta Integritas yang telah dilakukan jauh hari sebelumnya, sebagai wujud komitmen seluruh jajaran BKK Palu dalam membangun Zona Integritas (ZI) menuju WBK/WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani).
Kepala BKK Kelas II Palu, dr. Gotra Saputra, M.Kes, menegaskan bahwa pembangunan zona integritas merupakan harga mati bagi instansi yang ia pimpin.
“Saya terus menginstruksikan seluruh jajaran, baik di kantor induk Palu maupun di seluruh wilayah kerja (Wilker), untuk terus memperbaiki sistem pelayanan kepada masyarakat, khususnya layanan kepada jamaah umrah dan pengguna jasa keagenan kapal. Zona integritas bebas korupsi dan gratifikasi adalah harga mati,” tegas dr. Gotra saat ditemui awak media di sela kesibukannya di Kantor BKK Palu.
Beliau juga menambahkan bahwa komitmen membangun zona integritas ini sudah dijalankan jauh sebelum adanya usulan penilaian WBK oleh Kemenkes. Fokus utama BKK Palu bukan hanya meraih predikat WBK atau WBBM, namun lebih pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Predikat WBK dan WBBM itu penting, tapi yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat merasakan layanan yang lebih baik sebelum dan sesudah penilaian WBK/WBBM,” ujarnya.
Seluruh wilayah kerja BKK Kelas II Palu, yang mencakup Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu, Pelabuhan Pantoloan, Donggala, Buol, Toli-Toli, dan Luwuk, telah menerapkan prinsip-prinsip zona integritas serta pelayanan bebas korupsi dan gratifikasi.
Tak lupa, dr. Gotra juga menyampaikan terima kasih atas peran media dalam mengawasi dan mengawal proses peningkatan kualitas layanan di lingkungan BKK Kelas II Palu.
“Kami sangat terbuka terhadap masukan dari masyarakat, termasuk dari rekan-rekan media. Kami siap menerima saran dan kritik membangun demi pelayanan yang lebih baik,”pungkasnya.





