Gilbert Lumoindong: Pemimpin Kristen Harus Bermental Pejuang, Berhati Hamba, Dan Berpikiran Besar

Kolonodale, Globalrakyat.com – Pastor Dr. Gilbert Lumoindong mengajak para pendeta di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, memperkuat sinergi lintas denominasi gereja dan menerapkan prinsip servant leadership atau kepemimpinan yang melayani.

Menurut dia, pemimpin Kristen harus memiliki mental pejuang, hati seorang hamba, dan pemikiran yang besar dalam menjalankan pelayanan.

Pesan tersebut disampaikan Gilbert saat menjadi pembicara utama dalam seminar kepemimpinan gereja yang diikuti sekitar 150 pendeta dari berbagai denominasi di Kabupaten Morowali Utara. Kegiatan itu berlangsung di Gereja GKST Jemaat Bahtera Kasih, Kolonodale, Rabu (21/10/2026), dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Kabupaten Morowali Utara pada 23 Oktober 2026.

“Saya senang sekali bisa hadir di sini atas undangan Bapak Bupati. Saya sudah melayani Tuhan sejak 1984 dan telah mengunjungi 38 provinsi serta sebagian besar kabupaten, tetapi baru kali ini datang ke Morowali Utara,” kata pendeta senior dari Gereja Bethel Indonesia tersebut.

Dalam pemaparannya, Gilbert menekankan pentingnya membangun kepemimpinan yang tidak berorientasi pada kekuasaan, melainkan pada pelayanan, keteladanan, dan tanggung jawab untuk menghasilkan perubahan bagi masyarakat.

Ia merujuk pada Matius 25:14–30, yang mengisahkan perumpamaan tentang talenta, untuk menjelaskan tiga prinsip yang harus dimiliki seorang pemimpin Kristen.

Mental pejuang, kata Gilbert, berarti mampu mengembangkan talenta yang dipercayakan Tuhan, tidak mudah menyerah, dan tidak berhenti berusaha ketika menghadapi tantangan. Hati seorang hamba berarti menyadari bahwa kepemimpinan merupakan amanah untuk melayani, bukan kesempatan untuk bertindak sebagai penguasa.

Sementara itu, berpikiran besar berarti memiliki visi, mengenali potensi yang dimiliki, serta berani merancang dan mengupayakan hal-hal besar dengan penuh tanggung jawab.

“Seorang pemimpin Kristen harus memiliki mental pejuang, hati hamba, dan pemikiran raja,” ujarnya.

Baca Juga Berita Ini:  Bupati Delis Pimpin Rapat Evaluasi Pelaksanaan Program Nasional Asta Cita Presiden Dan Pencapaian Target RPJMD Morut

Gilbert juga mengingatkan pentingnya kerja sama antargereja tanpa membedakan denominasi maupun organisasi gerejawi. Menurut dia, persatuan dan sinergi diperlukan agar gereja dapat menjadi teladan di tengah masyarakat sekaligus menjalankan Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus.

Ia turut mengapresiasi kepemimpinan Bupati Morowali Utara, Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, yang dinilainya menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan yang melayani sejak memimpin daerah tersebut pada 2022.

Gilbert menilai berbagai capaian pembangunan, penghargaan yang diraih daerah, kondisi keamanan, serta upaya meningkatkan kesehatan dan pendidikan masyarakat menjadi bagian dari perkembangan positif Morowali Utara.

Bupati Ajak Gereja Berkolaborasi Mengatasi Kemiskinan

Dalam sambutannya, Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi menyampaikan apresiasi kepada para pendeta yang terus memberikan pelayanan rohani dan dukungan bagi masyarakat.

Ia juga mengajak gereja memperluas peran dalam menjawab persoalan sosial dan ekonomi jemaat.
Delis mengakui, kondisi keuangan daerah saat ini menghadapi tekanan akibat kebijakan efisiensi anggaran dan berkurangnya transfer dari pemerintah pusat. Karena itu, pemerintah daerah perlu menetapkan prioritas agar pelayanan dasar masyarakat tetap berjalan.

Ia menegaskan bahwa program pendidikan gratis, beasiswa, dan pelayanan kesehatan tetap menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah keterbatasan anggaran.

Menurut Delis, gereja dan pemerintah memiliki ruang untuk membangun kerja sama yang lebih konkret, terutama dalam membantu keluarga kurang mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi.

“Kita perlu memikirkan bagaimana pemerintah dan gereja dapat berkolaborasi untuk meningkatkan ekonomi jemaat, mengatasi kemiskinan, dan membantu masyarakat keluar dari kesulitan,” demikian pesan yang disampaikan Delis dalam sambutannya.

Ia juga menekankan pentingnya pemutakhiran data masyarakat miskin agar program bantuan dan pemberdayaan dapat diberikan secara tepat sasaran.

Delis berharap seminar tersebut tidak berhenti pada penguatan kapasitas kepemimpinan rohani, tetapi juga menghasilkan gagasan dan langkah nyata yang bermanfaat bagi masyarakat Morowali Utara.

Baca Juga Berita Ini:  Wabup Morut Pimpin Rakor, Bupati Berjuang Dapatkan Dana Kurang Bayar Dari Pemerintah Pusat

Febriyanthi Dorong Program Penguatan Keluarga

Anggota DPD RI daerah pemilihan Sulawesi Tengah, Febriyanthi Hongkiriwang, S.Si., Apt., yang turut hadir dalam kegiatan itu, menyatakan dukungannya terhadap berbagai program kolaborasi antara pemerintah daerah dan gereja.

Ia juga mengusulkan agar penguatan keluarga menjadi salah satu agenda pelayanan gereja pada tahun mendatang. Menurut Febriyanthi, pelayanan yang padat perlu diimbangi dengan perhatian terhadap kehidupan keluarga para pelayan Tuhan.

Ia berharap program tersebut dapat dirancang dengan materi yang memadai dan melibatkan pasangan suami istri agar pembinaan keluarga berlangsung lebih efektif.
Febriyanthi turut mengajak para pendeta dan jemaat mendoakan para pemimpin daerah agar dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan baik.

Kapolres Tekankan Kedekatan Polisi dan Masyarakat

Sementara itu, Kapolres Morowali Utara AKBP Junaidy Anthonius Weken, S.I.K., mengajak para pendeta dan jemaat mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

Ia menegaskan bahwa kepolisian perlu membangun hubungan yang dekat dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi warga, serta menindaklanjuti persoalan yang disampaikan.

Menurut Junaidy, masyarakat tidak hanya menjadi mitra kepolisian, tetapi juga memiliki peran dalam memberikan masukan dan mengawasi pelaksanaan tugas kepolisian.
Ia juga mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan darurat Polri melalui nomor 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian.

Seminar kepemimpinan gereja tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-13 Kabupaten Morowali Utara. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara gereja, pemerintah daerah, dan unsur masyarakat dalam mendukung pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan warga.

Sumber : (RoMa/Ryo)

Kabiro Morut : Urapan A.Gogali

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *