Ikatan Persaudaraan Imam Masjid Gelar Pertemuan Di Masjid Nurul Yaqin

Banggai, Globalrakyat.com – Dalam rangka memperkuat ukhuwah dan menjalin silaturahmi antarimam masjid, Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) menggelar pertemuan dalam agenda Halal Bihalal. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Masjid Nurul Yaqin, Kompleks Pasar Unjulan, Kelurahan Kilongan, Luwuk Utara, pada Sabtu pagi (19 April 2025) pukul 09.30 Wita.

Imam Utama Masjid Nurul Yaqin, Abdul Hamidi, S.Ag., M.Pd., membuka acara dengan sambutan hangat kepada seluruh jamaah yang hadir.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang menjadi wadah pemersatu dan penguat semangat dakwah di kalangan para imam. Ia juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran para tokoh agama, termasuk penceramah utama, KH. Muhammad Muadz, Lc., M.H.I.

“Pertemuan ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga momen untuk saling berbagi ilmu, pengalaman, dan metode dakwah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat kekinian,” ujar Abdul Hamidi.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua IPIM Kabupaten Banggai, Drs. Muhammad Mukri, M.A., Anggota DPR Provinsi H. Samiun L. Agi, S.Ag., serta Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Luwuk Utara, Syu’aim Asagaf, S.Ag., M.H. Selain itu, para imam masjid serta masyarakat sekitar juga tampak antusias mengikuti rangkaian acara.

Baca Juga Berita Ini:  Gunakan Handphone Hasil Curian, Seorang Juru Parkir Diamankan Polisi Di Luwuk

Dalam sambutannya, H. Samiun L. Agi menyarankan agar fungsi masjid tidak hanya difokuskan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial, seperti program berbagi untuk anak yatim piatu dan kaum dhuafa.

Sementara itu, dalam ceramahnya, KH. Muhammad Muadz, Lc., M.H.I., menyampaikan pesan penting tentang pendekatan dakwah yang lebih humanis dan kontekstual. Ia mengajak para imam untuk membaur dengan masyarakat dan memahami dinamika sosial yang terus berkembang.

“Para imam hendaknya tidak hanya fokus di dalam masjid, tapi juga aktif di tengah masyarakat. Karena bergaul dengan masyarakat itu ada seninya tersendiri. Maka dari itu, penting bagi para imam untuk terus memperkaya diri dengan metode-metode dakwah yang menyentuh hati dan sesuai dengan zaman,” tuturnya di hadapan jamaah.

Baca Juga Berita Ini:  Rapat Pergantian Pengurus Ta’mir Masjid Nurul Yaqin Berjalan Khidmat

KH. Muadz juga menekankan bahwa tantangan dakwah saat ini tidak lagi sebatas menyampaikan ajaran agama secara tekstual, melainkan juga melalui pendekatan emosional dan sosial. Ia mendorong diadakannya pelatihan atau workshop rutin bagi para imam guna meningkatkan kapasitas mereka dalam berdakwah secara efektif.

Acara Halal Bihalal ini turut menjadi forum diskusi terbuka bagi para imam untuk menyampaikan aspirasi dan tantangan di lingkungan masing-masing. Beberapa usulan yang muncul antara lain pentingnya dukungan pemerintah terhadap kesejahteraan imam, penguatan program pembinaan remaja masjid, serta peningkatan kolaborasi antar majelis taklim.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Taufiqurrahman, Lc., dilanjutkan dengan ramah tamah serta makan bersama.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *