Penumpang Lompat Dari Kapal Tilongkabila Ditemukan Selamat Di Rompong Nelayan

Luwuk, Globalrakyat.com – Seorang penumpang KM Tilongkabila yang dilaporkan melompat ke laut saat kapal berlayar dari Kendari menuju Luwuk pada Selasa pagi (17/6), sekitar pukul 05.00 WITA, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat.

Kasubsektor KPPP Kawasan Pelabuhan Luwuk, Ipda James N. Runtu, S.H., membenarkan insiden tersebut. Korban diketahui bernama Novrianto Tatuil, warga Desa Resarna, Kecamatan Balantak Selatan. Ia dilaporkan melompat di sekitar perairan Desa Bubung, Kabupaten Banggai.

“Menanggapi laporan tersebut, Nahkoda KM Tilongkabila, Capt. Slamet Santoso, langsung memerintahkan pencarian dengan manuver angka delapan (circle) sebanyak tiga kali sesuai prosedur operasional standar (SOP). Namun hasilnya nihil. Satu putaran tambahan juga tidak membuahkan hasil,” jelas Ipda James.

Baca Juga Berita Ini:  Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H/2025 M

Setelah pencarian tak membuahkan hasil, KM Tilongkabila kembali melanjutkan pelayaran ke Pelabuhan Luwuk untuk proses embarkasi dan debarkasi penumpang.

Namun, pada malam harinya sekitar pukul 22.00 WITA, Novrianto ditemukan selamat oleh seorang nelayan di perairan Desa Kayutanyo, Kecamatan Luwuk Timur. Saat ditemukan, ia sedang berada di atas rompong (rumah apung nelayan), tempatnya bertahan hidup selama lebih dari 17 jam di laut.

Nelayan tersebut segera menghubungi Basarnas dan keluarga korban. Informasi penemuan juga disampaikan ke pihak Syahbandar Luwuk, di mana Kepala Syahbandar, Hasfar M, SE.,M.M. langsung mengoordinasikan proses evakuasi ke lokasi rompong.

Upaya pencarian sejak awal turut melibatkan KPLP Kelas II Luwuk, Direktorat Polairud Polda Sulawesi Tengah melalui Pos Polairud Luwuk, Personel KPPP Pelabuhan Luwuk, serta anggota dari Pos Angkatan Laut (AL) dan Basarnas.

Baca Juga Berita Ini:  Kerja Bakti Program “Banggai Bersih” Di Kelurahan Kilongan

Saat ini, Novrianto tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Luwuk. Menurut Ipda James yang menjenguk langsung, kondisi korban masih mengalami trauma berat.

“Kondisinya belum stabil secara fisik dan mental, sehingga belum memungkinkan untuk dimintai keterangan. Menurut aturan, keterangan yang sah harus diberikan dalam keadaan sehat jasmani dan rohani agar bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Saya hanya bisa memberi dukungan moral, menyemangati agar makan, minum vitamin, dan menghindari stres. Yang terpenting sekarang adalah keselamatan dan pemulihan korban,” pungkasnya.

Narasumber: Ipda James N. Runtu, S.H.
Pewarta: Rival Laumarang

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *