Surabaya, Globalrakyat.com – Suasana berbeda tampak di sejumlah titik jalan di Surabaya. Ratusan pemuda yang tergabung dalam komunitas Arek Suroboyo Bergerak (ASB) menggelar aksi damai dengan membagikan 1.000 bunga mawar kepada para pengguna jalan di perempatan Jalan Pahlawan, Surabaya, Sabtu (30/8).
Aksi ini menjadi simbol pesan perdamaian, bahwa demonstrasi dalam demokrasi tidak harus berujung pada tindakan anarkis. Ketua Umum ASB, Diana Samar, menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas kota.
“Dalam negara demokrasi, kita menghargai hak berpendapat. Tapi kita anti pada perusuh. Tugas Arek Suroboyo adalah menjaga kotanya tetap aman dan kondusif,” tegasnya.
Selain menyuarakan perdamaian, ASB juga menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Kota Surabaya agar lebih dekat dan responsif terhadap persoalan rakyat, termasuk kasus tragis yang menimpa Rendra, seorang anak pengamen di kawasan Jagir, yang meninggal tenggelam saat diduga dikejar oleh oknum Satpol PP.
“Kami menunggu penjelasan dan pertanggungjawaban dari aparat dan instansi terkait, juga perhatian langsung dari Wali Kota Surabaya. Hal ini penting agar tidak mencoreng citra Satpol PP dan lembaga pemerintahan lainnya,” tambah Diana.
ASB menegaskan bahwa pembangunan kota tidak cukup diukur dari aspek fisik dan infrastruktur semata, tetapi juga dari kebersamaan, solidaritas, dan rasa kemanusiaan antara warga dan pemerintah.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Achmad Zaini, turut menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban berinisial RW (20 tahun), yang meninggal dunia setelah tercebur ke sungai saat petugas melakukan patroli.
“Alhamdulillah pihak keluarga sudah memahami. Kami berbelasungkawa kepada ibu dan kakak almarhum,” ujarnya saat dihubungi awak media, Selasa (26/8/2025).
“Saya atas nama pribadi dan Satpol PP mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya. Semoga almarhum diberi tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tambahnya.
Zaini juga menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi internal agar penindakan ke depan lebih humanis dan tidak menimbulkan trauma di masyarakat.





