Toili, Globalrakyat.com – Pembangunan waduk untuk mengatasi dampak kekeringan di sejumlah areal persawahan menjadi solusi yang akan diupayakan Pemda Banggai ke depan. Isu ini mencuat dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) RKPD tahap II, Kamis (26/2/2026), di lapangan Desa Cendana Pura, Kecamatan Toili.
Ancaman kekeringan di sentra-sentra produksi padi, seperti di Kecamatan Toili, Toili Jaya, Moilong, dan Toili Barat tentu akan berdampak pada ketahanan pangan daerah.
Dalam musrenbang RKPD tahap II yang dipusatkan di Kecamatan Toili, para camat di wilayah tersebut mengungkapkan, sejumlah areal persawahan mengalami kekeringan. Camat Moilong Ihwan Ahmad melaporkan bahwa krisis air untuk irigasi telah berdampak pada lahan sawah seluas 1.255 Ha.
Sejauh ini, untuk mengatasi kekeringan, para petani bergantung pada penggunaan pompa air alkon.
Bupati Banggai Amirudin mengatakan, pembangunan waduk akan menjadi perhatian Pemda ke depan untuk mengatasi masalah kekeringan.
“Kita harus mengambil langkah berani di tahun depan. Orang banyak mengeluh tentang air, karena debitnya yang terus berkurang. Maka, solusi terbaik adalah bagaimana kita membuat waduk,” ujar Bupati Amirudin.
Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Ketua I DPRD Banggai I Putu Gumi saat menyampaikan pokok-pokok pikiran hasil reses beberapa waktu lalu.
“Hari ini memang kebutuhan airnya tidak mencukupi sehingga membutuhkan kreativitas pemerintah daerah untuk membangun embung atau memanfaatkan danau yang ada di Desa Mekarsari, atau membuat bendungan yang besar untuk mengairi persawahan di daerah tersebut. Demikian juga di kecamatan-kecamatan lain,” ujar I Putu Gumi.
Isu lain yang menjadi usulan masyarakat yakni penguatan infrastruktur dan konektivitas wilayah, seperti perbaikan ruas jalan dan jembatan. Selanjutnya, normalisasi sungai, rehabilitasi infrastruktur pendidikan, serta pembangunan rumah sakit tipe C di wilayah dataran Toili, direncanakan akan dilaksanakan pada 2027 mendatang.





