Buol, Globalrakyat.com – Kegiatan FGD Penyusunan PDRB Kabupaten Buol tahun 2024 dibuka langsung oleh Kepala BPS Kabupaten Buol, Edwin Jurnalis, S.Sos
Kamis, 5 Desember 2024, kegiatan ini memiliki tema perkembangan produksi tanaman pangan dan perikanan tangkap dan budidaya Kabupaten Buol tahun 2022-2024, bertujuan untuk menghimpun data dan informasi terkini terkait sektor tanaman pangan serta penangkapan ikan dan budidaya, yang menjadi salah satu kontributor penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah.
Narasumber dalam kegiatan FGD Penyusunan PDRB 2024 yaitu dari Dinas Pertanian dan ketahanan pangan, oleh Moh. Syahril Rasyid, SP serta dari Dinas Perikanan oleh Muh. Fadly Batalipu, S.ST.Pi, M.Tr.Pi
Menurut data dari Dinas Pertanian terjadi penurunan luas tanam dan panen di Kabupaten Buol pada tahun 2023 dan 2024 jika dibandingkan pada tahun 2022. Hal ini dikarenakan pada tanaman pangan terjadi penurunan luas tanam akibat irigasi di Kecamatan Lakea dan Gadung. Selain itu, pada tahun 2023 produksi tanaman pangan seperti padi dan jagung menurun dikarenakan keadaan cuaca dan iklim yang kurang mendukung serta adanya pengaruh fenomena alam seperti el nino yang mengakibatkan penurunan produktivitas tanaman pangan.
Selanjutnya, Dinas Perikanan menyebutkan bahwa terjadi peningkatan produksi untuk perikanan budidaya di Kabupaten Buol. Namun, peningkatan produksi budidaya ikan tersebut tidak diikuti dengan peningkatan perikanan tangkap dimana kontribusi perikanan tangkap memiliki nilai perekonomian yang lebih besar dari perikanan budidaya di Kabupaten Buol tahun 2024. Hal ini dapat dilihat dari segi alat atau teknologi bagi nelayan untuk menangkap ikan yang masih kalah dengan kabupaten lainnya, sehingga perlu digencarkan lagi perekonomian di bidang perikanan terkhusus kelompok nelayan di Kabupaten Buol untuk program selanjutnya.
Kepala BPS Kabupaten Buol, Edwin Jurnalis, S.Sos dalam kesempatannya menyampaikan “Data yang dihasilkan dari diskusi ini akan menjadi landasan penting dalam penyusunan PDRB tahun 2024, sekaligus memberikan panduan strategi untuk pengembangan ekonomi daerah,” ujar Edwin
Hasil dari FGD ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai potensi ekonomi Kabupaten Buol, khususnya dalam bidang tanaman pangan dan perikanan, sekaligus menjadi pijakan dalam pengambilan kebijakan yang berbasis data dan fakta.





