Bupati Morut Jawab Tuduhan Soal Dana PEN: “Semua Jelas Dan Terbukti Bermanfaat Untuk Rakyat”

Morut : Globalrakyat.com – Bupati Morowali Utara (Morut) Delis J. Hehi menanggapi sejumlah isu dan tudingan miring terkait penggunaan Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) oleh pemerintah daerah yang dipimpinnya. Dalam pernyataannya, Delis menegaskan bahwa seluruh proses penggunaan dana tersebut telah sesuai prosedur, bermanfaat nyata bagi masyarakat, dan diawasi secara ketat oleh lembaga negara.

“Silakan rakyat menilai. Kita senyumin saja. Yang pasti, saya tetap semangat bekerja. Masyarakat Morowali Utara sudah sangat dewasa dalam menyaring informasi. Mereka telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk menjalani periode kedua ini tanpa manipulasi,” kata Delis dengan tegas.

Menurut Delis, program PEN adalah kebijakan dari pemerintah pusat untuk menjawab dua tantangan besar di masa pandemi COVID-19, yakni pemulihan ekonomi nasional dan penanggulangan defisit anggaran di daerah. Morowali Utara, kata dia, turut mengambil bagian dari program ini untuk mempercepat pembangunan dan mengatasi keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Dana PEN kita gunakan untuk membangun fasilitas kesehatan seperti Pustu dan Polindes di desa-desa pedalaman, pembangunan jalan dan jembatan penghubung antarwilayah, serta pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kolonodale,” ujarnya.

Baca Juga Berita Ini:  PMI Morut Serahkan Bantuan Untuk Warga Terdampak Banjir Di Dusun Towi

Delis menjelaskan, keputusan untuk mengikuti program PEN bukan tanpa dasar. Selain demi percepatan pembangunan, kebijakan ini juga dinilai lebih tepat sasaran karena menyentuh kebutuhan langsung masyarakat.

“Kalau masyarakat disuruh memilih, mau jalannya bagus tahun ini atau lima tahun lagi, pasti mereka pilih sekarang. Itulah sebabnya kami memilih mengambil langkah percepatan ini,” tegasnya.

Ia juga memaparkan sejumlah capaian yang menjadi dampak nyata dari program PEN, antara lain:

Pertumbuhan ekonomi Morowali Utara tahun 2022 tercatat sebagai nomor dua tertinggi di Indonesia.

Status desa sangat tertinggal dan tertinggal telah hilang dari peta Morut, sebagai dampak dari perbaikan akses jalan.

Indikator Kabupaten Sehat membaik, karena tersedianya fasilitas kesehatan di wilayah-wilayah yang sebelumnya tidak terjangkau.

Pendapatan RSUD Kolonodale meningkat hampir 100%, karena pelayanan kini sudah berstatus umum dan ditunjang fasilitas yang lebih lengkap.

“Dampaknya jelas. Fasilitas lengkap, pelayanan meningkat, bahkan pendapatan rumah sakit jauh lebih tinggi dibanding rumah sakit lain di sekitar, termasuk di Morowali,” imbuhnya.

Baca Juga Berita Ini:  Ratusan Warga Padati Dufan Ceria Indonesia Kolonodale, Adista Hibur Penonton, TNI-Polri Siaga Amankan Kegiatan

Dalam pelaksanaannya, seluruh proyek strategis yang dibiayai dana PEN juga didampingi langsung oleh lembaga hukum dan pengawasan negara. Pemda Morut menggandeng Kejaksaan Negeri Kolonodale untuk pendampingan proyek, serta menjalin konsultasi dengan BPKP dan BPK sebagai institusi pengawas pembangunan nasional.

“Tuduhan tanpa dasar bukanlah cara berpolitik yang sehat. Kalau memang ada yang dituduhkan, maka buktikan dengan data pendukung. Jangan hanya membangun opini tanpa fakta. Saya tidak bisa mengatakan tuduhan itu benar atau tidak, karena itu tugas aparat hukum. Tapi kalau saya menuduh seseorang, maka saya harus punya dasar dan data. Bukan asal bicara,” ujar Delis.

Delis juga menekankan bahwa masyarakat saat ini sudah semakin cerdas dan tidak mudah terpengaruh oleh isu yang tidak memiliki dasar.

“Kalau anda dicaci, difitnah, atau dikatakan tidak baik, lalu suatu saat juga dipuji dan dinilai baik, itu artinya anda adalah orang yang diperhitungkan. Jadi senyumin saja,” tutupnya.

Kaperwil Sulteng : J.Michael Sorisi

Kabiro Morut : Urapan A.Gogali

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *