Buol, Globalrakyat.com – Penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berupa beras Bulog sebanyak 2 karung (20 kg) serta minyak goreng 4 liter per KK kembali dilaksanakan di wilayah Kecamatan Karamat. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Desa Busak I, Kecamatan Karamat, Kabupaten Buol, pada Kamis (4/12/2025).
Penyaluran bantuan sosial tersebut disambut antusias oleh masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu yang terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Sejak pagi hari, warga tampak hadir secara tertib untuk menerima bantuan.
Masturi M. Saboy, S.Sos selaku operator pengambilan dokumentasi/aplikasi pegawai Kecamatan Karamat, menyampaikan kepada awak media bahwa proses pembagian beras Bulog yang telah berjalan selama dua hari berlangsung aman dan tanpa kendala.
“Alhamdulillah, selama dua hari pelaksanaan berjalan lancar. Jika ada warga yang sakit, pengambilan bantuan dapat diwakili oleh anggota keluarga yang masih dalam satu Kartu Keluarga,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Jaslan Sakura, S.Sos, selaku operator pendaftaran. Ia membenarkan bahwa penerima bantuan yang diwakili oleh anggota keluarga dalam satu KK tetap dilayani.
“Untuk penerima yang diwakili dan masih satu KK, kami terima. Sementara yang di luar KK tetap kami layani, namun harus mengisi formulir yang telah disediakan,” ungkapnya.
Di kesempatan berbeda, awak media Globalrakyat.com juga menemui Camat Karamat, Salman T. Launa, S.Sos, di ruang kerjanya terkait pelaksanaan pembagian bantuan tersebut. Ia menyampaikan bahwa kegiatan berjalan aman dan lancar.
“Ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan bantuan tepat sasaran serta memudahkan masyarakat dalam memperoleh hak mereka. Hingga saat ini belum ada laporan kendala, dan alhamdulillah kegiatan pembagian bantuan berjalan lancar,” tandasnya kepada awak media, Kamis (11/12/2025).
Ia juga menambahkan bahwa beras Bulog yang disalurkan melalui program BPNT menjadi salah satu bentuk dukungan pangan yang sangat dibutuhkan masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
“Selain itu, program PKH yang menyasar keluarga dengan kriteria tertentu seperti ibu hamil, balita, lansia, dan penyandang disabilitas diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, warga penerima manfaat mengaku sangat terbantu dengan adanya penyaluran bantuan tersebut. Mereka mengapresiasi proses distribusi yang dinilai cepat, teratur, dan tanpa hambatan.
Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari kerja sama antara pihak kecamatan, desa, serta petugas yang terlibat dalam pendistribusian.
Dengan tersalurkannya bantuan PKH dan BPNT secara tepat waktu, pemerintah berharap masyarakat dapat merasakan manfaat langsung serta terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.





