Kolonodale, Globalrakyat.com – Pemerintah Kabupaten Morowali Utara menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat untuk menyikapi perkembangan situasi nasional. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Wakil Bupati Morowali Utara, H. Djira K, S.Pd, M.Pd, di Ruang Pola Kantor Bupati, Selasa (2/9/2025).
Rakor ini turut dihadiri Wakil Ketua I DPRD Morowali Utara Hj. Megawati Ambo Asa, S.Ip, M.H, Kapolres Morowali Utara AKBP Reza Khomeini, S.I.K, Danramil 1311-03 Petasia Kapt. Inf. Amrul, Perwakilan Kejari Morowali Utara serta Sekretaris Daerah Ir. Musda Guntur, MM. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan komitmen bersama menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan masyarakat Morut.
Dalam arahannya, Wabup Djira menegaskan bahwa menyampaikan aspirasi adalah hak setiap warga negara, namun harus dilakukan dengan cara-cara yang bertanggung jawab.
“Aspirasi masyarakat dijamin undang-undang, tetapi harus tetap memperhatikan batasan agar tidak menimbulkan kerugian bagi orang lain. Koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar daerah tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Djira juga menambahkan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya kesadaran bersama sebagai modal dalam menjaga persatuan.
“Intinya, pemerintah hadir untuk melayani masyarakat, bukan sebaliknya,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Morowali Utara AKBP Reza Khomeini mengapresiasi peran masyarakat yang dinilainya solid menjaga stabilitas daerah. Ia mengingatkan pentingnya penyelesaian masalah secara bijak agar tidak memicu keresahan.
“Persoalan yang dibiarkan berlarut bisa menjadi riak kecil yang berujung pada konflik. Karena itu, komunikasi antara aparat dan masyarakat harus terus diperkuat,” ungkapnya.
Dalam Rakor ini juga ditegaskan bahwa penyampaian aspirasi secara anarkis tidak bisa dibenarkan. Tindakan merusak fasilitas umum maupun menciptakan ketidaknyamanan hanya akan merugikan masyarakat itu sendiri.
Sejumlah tokoh masyarakat, adat, dan agama yang hadir juga memberikan masukan. Mereka menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap isu-isu yang beredar, terutama melalui media sosial. Menurut mereka, media sosial sering menjadi pintu masuk penyebaran informasi yang berpotensi memecah belah persatuan, sehingga perlu upaya bersama untuk mencegahnya.
Kabiro Morut : Urapan A.Gogali
Kaperwil Sulteng : J.Michael Sorisi





