Kantor DPRD Kota Surabaya Digeruduk : Jagal Dan Peguyuban Penjual Daging Tolak RPH Pegirian Di Pindah

Surabaya, Globalrakyat.com – Ratusan masa dari para jagal dan peguyuban penjual daging se kota Surabaya datangi kantor DPRD kota Surabaya untuk menuntut keadilan tentang rumah potong hewan (RPH) pegirian yang rencananya akan di pindah ke Tambak Oso Wilangun (TOW) oleh Erik Cahyadi walikota Surabaya.

Namun tuntutan yang disampaikan kepada DPRD kota Surabaya melalui komisi B masa menyampaikan bahwa pemindahan RPH Pegirian walikota Surabaya tidak melibatkan semua termasuk para jagal dan penjual daging. Sehingga pemindahan ini terkesan sepihak.

Menurut Abdullah Mansur koordinatornya para jagal dan peguyuban penjual daging se kota Surabaya meminta kepada walikota Surabaya supaya tidak memindahkan RPH Pegirian yang selama ini sudah berdiri lama.

Pemindahan sepihak yang dilakukan Eri Cahyadi menurutnya sangat merugikan masyarakat kecil. Tanpa adanya sosialisasi terhadap para jagal dan penjual daging di pasar RPH, walikota Surabaya juga dua kali mangkir dengan tidak menghadiri Audensi yang saat itu sudah kami ditentukan.

“Harapannya kami kepada komisi B DPRD kota Surabaya meminta untuk menyampaikan aspirasi para jagal dan penjual daging di pasar RPH. Supaya tidak mengambil langkah secara sepihak,” jelas Abdullah, Selasa (09/12/2025) di gedung DPRD Jl. Yos Sudarso No.18 – 22, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya, Jawa Timur 60272.

Baca Juga Berita Ini:  Ketua "Sambung Persaudaraan" Imbau Warga Surabaya Tidak Ikut Demonstrasi

Lanjut kehadiran kami ke DPRD kota Surabaya, saya bersama massa menuntut keras sekerasnya walikota Surabaya atas pemindahan RPH dari yang lama ke tempat yang baru. karena kita tidak pernah di libatkan atas pemindahan RPH ini.

“kami menagih janji politik walikota Surabaya yang saat itu tidak akan memindahkan rumah potong hewan ke tempat barunya yaitu Tambak Oso Wilangun, namun, ia ingkar janji dan tanpa ada koordinasi. tiba-tiba pihaknya akan memindahkan RPH ke tempat yang baru,” Katanya.

Jika ini tidak ada titik temu atau tidak ada tindakan dari Pemkot sendiri atas pembatalan RPH Pegirian dipindah ke rumah potong hewan modern. maka kami akan menggelar aksi Demo besar-besaran dan melakukan mogok kerja selama satu bulan.

“Kami juga berharap kepada Walikota Surabaya bisa memberikan kenyamanan bagi para jagal dan penjual daging supaya masyarakat percaya terhadap pemerintah bahwa ini tidak ada unsur politik,” Ujarnya.

Baca Juga Berita Ini:  Kapolda Jatim Silaturahmi Dan Buka Puasa Bersama OKP, ORMEK dan BEM Se-Jawa Timur

Dalam audensi, perwakilan dari pemerintah kota Surabaya Vika menyampaikan kepada masa yang hadir dalam rapat tersebut, Vika mengatakan akan menyediakan kendaraan buang angkutan.

“Kami akan sediakan kendaraan buang angkutan,” paparnya Vika

Namun penyediaan kendaraan oleh Pemkot justru di bantah oleh Baihaki Akbar, S.E., S.H dengan dijawab. ” untuk kendaraan itu pernah dibahas apa tidak dan biaya sewa serta pemeliharaan kendaraan tersebut anggaran dari mana,” Tandasnya.

Disisi lain DPRD kota Surabaya H. Mohammad Faridz Afif, S.IP., M.AP. dari Komisi B menyampaikan pemindahan RPH Pegirian hanya pemotongan nya saja, sementara kandang dan pasarnya tidak dipindah.

Jadi nanti setelah dipotong hewan tersebut daging akan dikirim ke pasar daging di Arimbi Surabaya.

Sambung Baihaki Akbar, S.E., S.H menyampaikan, “kami sudah bulat kami menolak, jika terus melakukan pembahasan pembahasan Sampai kapan akan selesai, Jika Bapak mau mengakhiri/ meanjutkan rapat ini monggo tapi kami akan Pastikan kami akan melakukan Gerakan Besar Besarann,”ujarnya.

Pewarta : Julianto/M.Hasyim

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *