Kolonodale, Globalrakyat.com – Gubernur Sulawesi Tengah H. Anwar Hafid memastikan akan segera mengambil langkah serius untuk mengatasi banjir rutin yang selalu menimpa warga di sejumlah desa di Kabupaten Morowali Utara.
Bencana banjir ini sudah terjadi cukup lama setiap tahun dan terparah siklus lima tahunan. Ini akan dicari solusi secepatnya dengan kolaborasi instansi terkait dan perusahaan tambang yang beroperasi di daerah ini.
“Saya bersama pak Bupati Morut akan mengurus masalah ini hingga ke tingkat pusat melalui kementerian terkait di Jakarta,” jelas gubernur.
Penjelasan itu disampaikan saat mengunjungi sekaligus menyerahkan bantuan kepada pengungsi korban banjir di Balai Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, Rabu sore (9/4/2025).
Gubernur Anwar Hafid tiba di lokasi itu bersama sejumlah pejabat terkait dari provinsi. Rombongan besar ini hadir untuk melihat langsung, mengkaji, serta merumuskan langkah-langkah yang akan diambil secepatnya.
Rombongan yang mendampingi Gubernur Sulteng tersebut di antaranya Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng Akris Fattah Yunus, Kepala Dinas Sosial Sitti Hasbia N. Zaenong, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulteng Yopie MI Patiro.
Selanjutnya, Kepala Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air Provinsi Sulteng Andi Ruly Djanggola, Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu Dedi Yudha Lesmana, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Dadi Muradi dan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulteng.
Gubernur Anwar Hafid dan rombongan disambut langsung Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi dan Kapolres Morut AKBP Reza Khomeini di Bandara Umbele, Morowali. Dari bandara romKapolres Morut AKBP Reza Khomeini,bongan langsung menuju tempat pengungsian di Desa Bunta.
Di Desa Bunta saat itu sudah menunggu Wakil Bupati Morut H. Djira K, Sekda Musda Guntur, Kepala Pelaksana BPBD Morut Delfia Parenta, Kepala Dinas PUPR Destuber Matoori, serta sejumlah pimpinan OPD lainnya.
Gubernur menceritakan, banjir yang terjadi di beberapa desa di Morut seperti Desa Bunta, Tompira, Togo Mulya, Ululaa, Onepute, Moleono dan beberapa desa lainnya, sudah terjadi cukup lama.
“Saya masih ingat betul, waktu pertama kali jadi Bupati Morowali (waktu itu Morut belum mekar) 16 tahun lalu, bencana banjir seperti ini sudah terjadi. Beberapa kali saya naik perahu, kendaraan naik tronton. Kondisi seperti ini sudah terjadi berulang-ulang setiap kali musim hujan,” ujar Anwar Hafid.
Oleh karena itu, gubernur datang ke Morut bersama sejumlah pejabat teknis karena dampak banjir ini harus ditangani bersama mulai dari tingkat kabupaten, provinsi hingga pusat.
Sebagai contoh, jika badan jalan poros Bunta – Korololama harus ditinggikan, maka itu harus melibatkan pemerintah pusat karena poros jalan itu masuk ruas jalan nasional (Tompira – Bunta – Kolonodale).
Gubernur berpendapat, berdasarkan pemantauannya selama ini salah satu cara untuk mengatasi bencana banjir yang cukup menyengsarakan masyarakat ini, maka perlu dibuat tanggul penutup di sepanjang Sungai Laa.
“Sumber banjir ini adalah banjir kiriman dari hulu Sungai Laa. Karena itu harus dibuat tanggul agar banjir tidak meluap dan masuk ke pemukiman penduduk,” jelasnya.
Sebelumnya, Bupati Morut Delis Julkarson Hehi berterima kasih atas kehadiran Gubernur Anwar Hafid untuk melihat langsung dampak bencana banjir di Morut.
Menurutnya, selain membuat tanggul di sepanjang Sungai Laa, berdasarkan kajian yang dilakukan Dinas PUPR Morut dan BPBD, yang mendesak dilakukan adalah meninggikan permukaan jalan antara Bunta – Korololama.
“Permukaan jalan antara Bunta – Korololama memang rendah. Setiap kali hujan deras poros jalan ini pasti tergenang. Jadi solusinya harus ditinggikan,” jelasnya.
Kabiro Morut : Urapan A.Gogali
Kaperwil Sulteng : J.Michael Sorisi





