PELNI Namlea Berikan Pelayanan Sepenuh Hati bagi Ribuan Penumpang Nusantara

Namlea, Globalrakyat.com – Di balik megahnya kapal-kapal putih yang membelah samudera, terdapat komitmen kuat untuk melayani masyarakat hingga ke pelosok negeri. Hal inilah yang ditunjukkan oleh PT PELNI (Persero) Cabang Namlea saat mengawal operasional dua armada besar, KM Ciremai dan KM Labobar, dalam satu hari yang padat.

Meski harus melayani ribuan penumpang sejak dini hari hingga larut malam, seluruh jajaran PELNI Cabang Namlea tetap siaga memberikan pelayanan terbaik dengan senyuman dan kesantunan.
​Kehadiran Negara Lewat Pelayanan Transportasi Laut
​Kesibukan dimulai sejak pukul 03.20 Wit, pada Jum’at 13 Maret 2026 saat KM Ciremai merapat.

Dengan total 1.936 penumpang di atas kapal yang akan menuju Ambon, Sorong, hingga Jayapura, petugas di lapangan memastikan setiap penumpang naik dan turun dengan aman. Semangat yang sama kembali ditunjukkan pada malam harinya pukul 20.30 Wit saat melayani 3.198 penumpang KM Labobar tujuan Baubau, Makassar, hingga Jakarta.

Baca Juga Berita Ini:  Sinergi Pelayanan Sepenuh Hati: Pelni Cabang Namlea Sukses Fasilitasi Ribuan Penumpang KM Nggapulu

Keberhasilan operasional yang tertib ini merupakan buah manis dari sinergi harmonis antara PELNI dengan rekan-rekan dari TNI AL, Polri, serta lintas Maritim.
​Pesan Kepala Cabang: Pelayanan Adalah Panggilan Jiwa
​Kepala Cabang PT PELNI Namlea, Rachmat Hidayat S.M, M.M, menyampaikan bahwa angka-angka jumlah penumpang tersebut bukan sekadar statistik, melainkan amanah yang harus dijaga.

“Bagi kami, melayani bukan sekadar menjalankan tugas operasional, melainkan panggilan jiwa untuk memastikan setiap penumpang merasa nyaman dan aman layaknya di rumah sendiri. Kami melayani sepenuh hati, karena setiap senyum kepuasan penumpang adalah kebanggaan bagi kami di PELNI,” tegas Rachmat Hidayat.

Komitmen Pelayanan Prima
​Dengan “Melayani Sepenuh Hati”, PELNI Cabang Namlea terus berupaya menghadirkan standar pelayanan yang humanis, mulai dari pengaturan arus penumpang di dermaga hingga koordinasi keamanan yang ketat namun tetap ramah. Hal ini membuktikan bahwa PELNI bukan sekadar alat transportasi, melainkan penghubung peradaban dan ekonomi yang mengutamakan keselamatan serta kenyamanan masyarakat Pulau Buru dan sekitarnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *