Proyek SDN 12 Biau Diduga Tanpa Pengawasan, Pekerjaan Asal Asalan

Buol, Globalrakyat.com – Proyek pembangunan gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 12 Biau yang berlokasi di Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Biau, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, menuai sorotan.

Proyek dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp543.703.000 ini dikerjakan oleh penyedia jasa CV. Dian Ayu Sejahtera. Namun, berdasarkan temuan tim Globalrakyat.com di lapangan, pekerjaan proyek ini diduga dilakukan asal-asalan dan tanpa pengawasan yang memadai dari pihak pelaksana maupun konsultan pengawas.

Dari pantauan di lokasi proyek, tidak ditemukan keberadaan ruang direksi, yang umumnya menjadi standar dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Selain itu, tidak tampak satu pun perwakilan pengawas dari pihak perusahaan pelaksana di area pekerjaan.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Senin, 29 September 2025, seseorang bernama Muhlis yang mengaku sebagai pengawas proyek mengatakan, “Apanya yang salah Pak? Di bagian mana yang salah? Kalau ada yang salah nanti diperbaiki,” ujar Muhlis.

Saat ditanya terkait tidak adanya ruang direksi, Muhlis menjawab, “Memang wajibkah ruang direksi? Kalau memang tidak ada, silakan tanyakan ke dinas, karena ruang direksi tidak ada di dalam juknis, Pak,” ucapnya.

Selain masalah pengawasan, tim juga menemukan pekerjaan pondasi yang dibangun di atas pondasi lama. Material pembongkaran dinding sekolah sebelumnya tampak digunakan untuk menimbun ruang pondasi, yang dinilai tidak sesuai standar. Para pekerja juga diketahui tidak dibekali Alat Pelindung Diri (APD) seperti sepatu proyek, helm, dan rompi.

Baca Juga Berita Ini:  Wujudkan Ketahanan Pangan, Polres Buol Bersama Pemda Serta PT. HIP Tanam Jagung Dalam Program 1 Juta Hektar

Salah satu pekerja mengatakan, “Bongkaran dinding ini memang kami pakai untuk timbun pondasi. Di sini tidak ada pengawas, jadi kami kerja sesuai apa yang ada. Kami juga tidak dapat sepatu, rompi, atau helm, padahal itu penting supaya tidak kena paku atau pecahan. Waktu saya kerja di proyek SMP, lengkap semua, ada sepatu dan helmnya,” jelasnya.

Tim Globalrakyat.com berupaya mengkonfirmasi hal ini ke Kepala Bidang SD di Dinas Pendidikan Buol, Anita, namun yang bersangkutan tidak berada di tempat tersebut. Saat dihubungi melalui telepon, ia mengatakan,
“Saya sudah tidak urus soal pekerjaan sekolah, silakan hubungi PPK-nya, Pak Wahyudi, yang di Dinas PU,” ujar Anita.

Tim kemudian mendatangi kantor Wahyudi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), namun ia juga tidak berada di tempatnya. Upaya konfirmasi lewat telepon juga tidak mendapat respon.

Baca Juga Berita Ini:  Delapan Belas Tahun Berstatus Transmigrasi, Masyarakat Mengajukan Permohonan Penetapan Wilayah Sebagai Desa Definitif Kepada Pemerintah Daerah

Baru pada malam harinya, Wahyudi menjawab lewat WhatsApp, “Ada di jalan, OTW Palu, Bos.”

Saat ditanya mengenai pekerjaan yang diduga tidak sesuai dengan petunjuk teknis, Wahyudi sempat memberikan penjelasan panjang via telepon, “Barusan saya telepon pengawas dan konsultan. Kalau ada batu di atas batu, suruh bongkar. Katanya tidak ada, nanti dicek besok. Timbunan tadi itu belum ditimbun, belum diangkat. Barangnya masih di dalam. Saya masih di jalan, sori ya.”

Saat dimintai data lebih lanjut terkait pelaksana, pengawas, dan jadwal pelaksanaan proyek, Wahyudi menjawab, “Data saya di Buol, nanti saya minta sama anggota atau pas hari masuk kantor.”

Akhirnya, pada Senin pagi, 6 September 2025, Wahyudi mengirimkan informasi sebagai berikut,

Waktu pelaksanaan, 4 September 27 Desember 2025. Pelaksana lapangan, Ipul. Konsultan pengawas, Irman / Faizal Ical

Penyedia CV. Dian Ayu Sejahtera – Direktur, Andra Mutazhar. Konsultan perencana CV. Proyeksi Dia Empat Direktur Hasrul Harahap

Temuan ini menunjukkan adanya sejumlah indikasi kelemahan dalam pengawasan proyek pembangunan yang menggunakan dana negara. Globalrakyat.com akan terus memantau perkembangan proyek ini hingga tuntas.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *