Kumpi, Globalrakyat.com – Globalrakyat.com – Suasana penuh sukacita dan rasa syukur mewarnai Perayaan 100 Tahun GKST Jemaat Eben Haezer Kumpi, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara, Sabtu (23/5/2026).
Perayaan seabad perjalanan iman jemaat tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Morowali Utara, Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS bersama istri, Anggota DPD RI Dapil Sulawesi Tengah, Febriyanthi Hongkiriwang, S.Si., Apt.
Mengusung tema “Asa Etu Nta’u a Laro PontulungiDo I Ue, Melangka a Pompe’ala-ala Tetutu a Tempo Anu Tahawe” yang berarti “100 Tahun Dalam Pertolongan Tuhan, Melangkah dengan Iman Menuju Masa Depan,” perayaan tersebut menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang pelayanan dan pertumbuhan iman jemaat sejak pembaptisan pertama pada 23 Mei 1926.
Rangkaian kegiatan diawali dengan jalan santai pada pukul 06.00 WITA yang diikuti antusias masyarakat dan jemaat. Senator Sulawesi Tengah, Febriyanthi Hongkiriwang, tampak membaur bersama warga dan jemaat dalam kegiatan kebersamaan tersebut sebelum dilanjutkan dengan ibadah syukur pada sore harinya di Gereja GKST Jemaat Eben Haezer Kumpi.
Dalam sambutannya, Bupati Delis Julkarson Hehi menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas keteguhan iman para pendahulu jemaat yang telah mempertahankan iman Kristen di tengah berbagai keterbatasan dan tantangan hidup pada masa lampau.
Ia bahkan mengungkapkan bahwa dirinya membatalkan agenda perjalanan ke Palu demi menghadiri momentum bersejarah tersebut.
“Momentum 100 tahun ini adalah peristiwa iman yang sangat luar biasa. Saya memilih tetap hadir bersama jemaat karena ini bukan sekadar perayaan usia, tetapi kesaksian nyata tentang bagaimana Tuhan menolong umat-Nya dari generasi ke generasi,” ujar Delis.
Dalam pidatonya, Delis menekankan tiga pesan penting yang dipetik dari sejarah perjalanan jemaat Eben Haezer Kumpi dan Jemaat Elim Uluanso.
Pertama, ia mengingatkan bahwa kesulitan hidup seharusnya membawa manusia semakin dekat kepada Tuhan, sebagaimana yang dialami para pendahulu jemaat ketika menghadapi gagal panen dan berbagai penderitaan sebelum mengenal Kristus.
“Kesulitan hidup jangan membuat kita menjauh dari Tuhan. Justru dalam tekanan hidup, sakit penyakit, persoalan ekonomi, maupun pergumulan keluarga, kita harus semakin mencari wajah Tuhan. Itulah teladan iman yang diwariskan orang-orang tua kita 100 tahun lalu,” katanya.
Kedua, Delis menyoroti pengorbanan para leluhur jemaat yang rela meninggalkan kampung halaman, harta benda, serta kenyamanan hidup demi mempertahankan iman kepada Yesus Kristus.
Menurutnya, pengorbanan tersebut menjadi pelajaran penting bagi generasi masa kini agar tidak menukar nilai iman dengan kepentingan duniawi.
“Tidak ada harta benda yang bisa menggantikan posisi Yesus dalam hidup kita. Orang-orang tua kita telah membuktikan bahwa iman lebih berharga daripada kenyamanan dunia,” ucapnya.
Ketiga, Bupati Morut itu mengajak seluruh jemaat menjadikan usia 100 tahun sebagai simbol kedewasaan rohani yang diwujudkan melalui buah-buah kehidupan yang mencerminkan kasih, damai sejahtera, kelemahlembutan, kemurahan hati, dan pengendalian diri.
“Seratus tahun adalah usia yang matang. Pohon yang dewasa pasti menghasilkan buah. Begitu juga gereja dan jemaat Tuhan, harus semakin berakar, bertumbuh, dan menghasilkan buah-buah roh dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Delis.
Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan prasasti Perayaan 100 Tahun GKST Jemaat Eben Haezer Kumpi oleh Bupati Morowali Utara bersama Sekum Majelis Sinode GKST dan pimpinan jemaat sebagai simbol syukur atas perjalanan panjang pelayanan gereja.
Rangkaian acara turut diisi dengan pemutaran video sejarah jemaat, ibadah syukur, penyerahan hadiah lomba, serta pemberian cinderamata.
Perayaan seabad GKST Jemaat Eben Haezer Kumpi tidak hanya menjadi peringatan historis perjalanan gereja, tetapi juga momentum memperkuat persaudaraan, memperteguh iman, serta meneguhkan harapan jemaat untuk terus melangkah bersama Tuhan menuju masa depan.
Sumber : (Ryo/SangkaliaMaria)
Kabiro Morut : Urapan A.Gogali





