Morowali-Utata, Globalrakyat.com – Dinas Perhubungan Kabupaten Morowali Utara memastikan adanya pendangkalan di Kolam Pelabuhan Penyeberangan Kolonodale di Kelurahan Bahoue, Kecamatan Petasia. Kondisi ini sering mengganggu aktivitas keluar-masuk kapal, terutama kapal berukuran besar yang membutuhkan kedalaman yang memadai.
Kepala Bidang Pelayaran Dishub Morowali Utara, Amos Lawalata, menjelaskan bahwa pendangkalan terjadi di sisi timur kolam pelabuhan, sekitar 50 meter dari area sandar. Di lokasi tersebut terdapat gumpalan karang mati atau gosong karang yang terbentuk secara alami.
Menurutnya, kedalaman di titik itu hanya sekitar 4 meter saat air surut terendah, dan maksimal 7 meter ketika pasang tertinggi. Padahal sejumlah kapal penumpang maupun kapal bermuatan berat membutuhkan draft minimal 6 hingga 7 meter agar dapat bergerak dengan aman.
“Pada saat air surut paling jauh, kapal-kapal bermuatan berat seperti pengangkut sawit, kayu, atau alat berat bisa terangkut karena kedalamannya hanya 4 meter. Mereka baru bisa keluar saat pasang tertinggi,” jelas Amos.
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut sudah beberapa kali menyebabkan kapal menunggu hingga pasang udara sebelum dapat melanjutkan perjalanan.
Terkait masalah ini, Dishub Morowali Utara telah menyusun rencana pengerukan untuk memperdalam dan memperlebar alur pelayaran. Amos mengatakan pengerukan merupakan kewenangan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.
Namun, rencana pengerukan belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran daerah. Pengerjaan tersebut membutuhkan biaya yang besar, sehingga Dishub berencana mendanai pembiayaan ke pemerintah pusat melalui APBN.
“Saya sudah berkomunikasi dengan Kepala Dinas. Kami akan mengusulkan ke pusat, mudah-mudahan bisa dibantu lewat APBN. Sementara izin lingkungan dan izin pemanfaatan ruang laut tetap menjadi tanggung jawab daerah,” ujarnya.
Amos menambahkan bahwa pengerukan menjadi kebutuhan mendesak karena kapal pendangkalan terus mengganggu kelancaran aktivitas di Pelabuhan Kolonodale. Ia berharap dukungan pusat dapat segera diperoleh agar akses pelayaran di wilayah tersebut kembali optimal.
Kaperwil Sulteng : J.Michael Sorisi
Kabiro Morut : Urapan A.Gogali





