Kepala IGD RSUD Luwuk, Semua Pasien Dilayani Sama, Keselamatan Jadi Prioritas Utama

Luwuk, Globalrakyat.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Luwuk, Kabupaten Banggai, terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan menitikberatkan pada respon cepat terhadap pasien yang membutuhkan penanganan medis darurat.

Sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan darurat, IGD menjadi pintu pertama bagi pasien yang membutuhkan pertolongan segera. Oleh karena itu, kesiapan petugas, alur pelayanan, serta fasilitas pendukung harus berjalan secara terkoordinasi agar setiap pasien mendapatkan pemeriksaan awal secara cepat, aman dan sesuai prioritas medis.

Kepala Ruangan IGD RSUD Luwuk, Barthlomeus Rimba, S.ST., Ns., saat ditemui awak media Globalrakyat.com di ruang kerjanya, Rabu (10/6/2026), menjelaskan bahwa salah satu tantangan terbesar yang dihadapi IGD saat ini adalah keterbatasan fasilitas dalam mengakomodasi tingginya jumlah pasien yang datang untuk mendapatkan pelayanan.

“Selama hampir empat tahun saya bertugas di IGD, tantangan terbesar adalah keterbatasan fasilitas dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Masyarakat tentu menginginkan seluruh pelayanan tersedia, sementara kami masih memiliki keterbatasan sarana dan prasarana,” ujarnya.

Ia mencontohkan, kapasitas tempat tidur yang tersedia di IGD saat ini hanya sekitar 25 unit, sementara jumlah pasien yang datang dalam sehari dapat mencapai sekitar 50 orang. Kondisi tersebut sering kali menyebabkan terjadinya kelebihan kapasitas.

Baca Juga Berita Ini:  Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H/2025 M

“Kadang-kadang ada masyarakat yang menganggap pasien ditolak rumah sakit. Padahal bukan ditolak, melainkan karena kapasitas tempat tidur yang terbatas sehingga sebagian pasien kami arahkan kembali ke puskesmas atau rumah sakit swasta yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” jelasnya.

Barthlomeus menegaskan bahwa seluruh penanganan pasien di IGD dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan sistem triase medis. Dalam sistem tersebut, pasien dikelompokkan berdasarkan tingkat kegawatannya.

“Terdapat pasien dengan kondisi gawat darurat yang harus segera ditangani, ada yang tidak gawat darurat, dan ada juga yang masih bisa menunggu hingga dua jam. Namun, untuk pasien yang berisiko meninggal apabila tidak mendapatkan penanganan dalam waktu sekitar 10 menit, tentu menjadi prioritas utama kami,” katanya.

Menanggapi sorotan publik mengenai pelayanan administrasi yang dinilai lebih didahulukan dibanding penanganan pasien, Barthlomeus menjelaskan bahwa proses administrasi dilakukan untuk memastikan ketepatan tindakan medis dan kelengkapan data pasien.

“Tujuan administrasi agar tidak terjadi kesalahan dalam tindakan medis. Kami tidak membedakan pasien BPJS maupun umum, kaya atau miskin, pejabat maupun masyarakat biasa. Semua mendapatkan pelayanan yang sama sesuai SOP dan standar medis yang berlaku,” tegasnya.

Baca Juga Berita Ini:  Polres Banggai Tuntaskan Kasus Persetubuhan Anak Di Dalam Masjid Bunta

Menurutnya, beberapa ketentuan administrasi tertentu memang harus dipenuhi, khususnya bagi peserta BPJS yang mengalami kecelakaan. Dalam kasus tersebut, keluarga pasien perlu melengkapi dokumen pendukung seperti surat keterangan dari kepolisian sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, manajemen RSUD Luwuk berupaya memaksimalkan tenaga kesehatan yang tersedia sekaligus memberikan kesempatan kepada para pegawai untuk meningkatkan kompetensi melalui berbagai pelatihan dan pengembangan kapasitas.

Di akhir keterangannya, Barthlomeus berharap seluruh petugas IGD tetap mengedepankan pelayanan yang humanis kepada masyarakat.

“Saya berharap seluruh pegawai IGD selalu menerapkan budaya 5S, yaitu Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun dalam melayani pasien maupun keluarga pasien. Itu menjadi moto pelayanan kami,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang pasien asal Toili Barat yang sedang mendapatkan pelayanan di IGD RSUD Luwuk mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan petugas kesehatan.

Menurutnya, pelayanan yang diterima berlangsung cepat dan responsif sejak pertama kali tiba di IGD.

“Pelayanannya sangat bagus, saya langsung ditangani oleh petugas,” ungkapnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *