PT.GNI Jelaskan Penyesuaian Tenaga Kerja, Sebut Kondisi Keuangan Masih Berat

Morowali Utara, Globalrakyat.com – Menanggapi pemberitaan yang berkembang di media sosial terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) di PT Gunbuster Nickel Industry (GNI), pihak perusahaan menyampaikan bahwa penyesuaian tenaga kerja merupakan keputusan yang diambil setelah melalui evaluasi secara menyeluruh terhadap kondisi usaha, kemampuan keuangan, serta kebutuhan operasional perusahaan saat ini.

Hal tersebut disampaikan PT GNI melalui press release yang diterbitkan pada 6 Agustus 2026. Dalam keterangannya, perusahaan menyebut keputusan terkait tenaga kerja diambil dengan mempertimbangkan kondisi perusahaan yang tengah menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan kegiatan operasional.

PT GNI menyatakan sangat memahami bahwa setiap keputusan yang berkaitan dengan tenaga kerja dapat memberikan dampak terhadap karyawan dan keluarganya, termasuk masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Karena itu, perusahaan menyebut proses penyesuaian tenaga kerja dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek secara menyeluruh.

Baca Juga Berita Ini:  Babinsa Koramil 1311-05/Mori Atas Melaksanakan Komsos dan Monitoring Wilayah Binaan di Desa Londi Kabupaten Morowali Utara

Menurut perusahaan, penyesuaian tenaga kerja dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi usaha, kemampuan keuangan, serta kebutuhan operasional yang ada saat ini. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk menyesuaikan jumlah tenaga kerja dengan kondisi operasional perusahaan.

PT GNI juga menjelaskan bahwa saat ini perusahaan masih menghadapi kondisi keuangan yang sangat berat. Kondisi tersebut juga berkaitan dengan proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang berdampak terhadap keterbatasan kemampuan keuangan perusahaan dalam memenuhi berbagai kebutuhan operasional.

Di tengah kondisi tersebut, dari tiga smelter yang dimiliki PT GNI, saat ini dua smelter telah berhenti beroperasi. Sementara itu, perusahaan menyampaikan masih berupaya mempertahankan pengoperasian satu smelter bersama Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebagai pendukung kegiatan operasional sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Baca Juga Berita Ini:  Buka Puasa Bersama, Wartawan Dan Intelkam Polres Morowali Utara Perkuat Sinergi Informasi

Perusahaan mengatakan kondisi operasional tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam melakukan penyesuaian tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja dinilai perlu disesuaikan dengan kapasitas dan kebutuhan operasional perusahaan yang saat ini masih menghadapi tekanan keuangan.

Dalam keterangannya, PT GNI menyebut proses penyesuaian tenaga kerja tersebut berdampak terhadap sekitar 1.900 tenaga kerja. Jumlah tersebut berasal dari total kurang lebih 6.300 tenaga kerja yang dimiliki perusahaan.

PT GNI menegaskan bahwa seluruh proses penyesuaian tenaga kerja akan dilaksanakan dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Perusahaan juga menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menghadapi kondisi perusahaan sekaligus menjaga keberlangsungan operasional yang masih dapat dipertahankan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *