Makassar, Globalrakyat.com – Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-70, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas) menyelenggarakan Pertemuan Ilmiah Berkala dengan tema “AI in Medicine: Opportunity or Threat?”. Sabtu (24/01)
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Prof. A. Amiruddin ini digelar dalam bentuk simposium paralel dan dihadiri oleh pimpinan universitas, pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta peserta dari berbagai institusi dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Panitia, Prof. Dr. dr. Prihantono, Sp.B, Sp.B.Onk(K), M.Kes, yang menyampaikan bahwa Pertemuan Ilmiah Berkala merupakan bagian penting dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-70 FK Unhas.
Forum ini menjadi wadah ilmiah untuk mendiskusikan perkembangan dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta implikasinya terhadap praktik kedokteran, pendidikan medis, penelitian, dan sistem pelayanan kesehatan di masa depan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Dekan FK Unhas Prof. Dr. dr. Haerani Rasyid, Sp.PD-KGEH, Sp.GK(K) menegaskan bahwa perjalanan 70 tahun FK Unhas merupakan tonggak penting dalam kontribusi fakultas terhadap pengembangan sumber daya manusia kesehatan yang kompeten dan berdaya saing.
Menurutnya, pemanfaatan AI dalam dunia kedokteran adalah keniscayaan yang harus disikapi secara bijaksana, dengan tetap menjunjung tinggi etika, profesionalisme, serta keselamatan pasien.
Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, M.Sc, yang menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam merespons transformasi digital di bidang kesehatan secara adaptif dan bertanggung jawab.
Salah satu sesi yang menjadi perhatian peserta adalah Sesi Inspirasi yang menghadirkan sejumlah kepala daerah berlatar belakang dokter dan alumni FK Unhas.
Pada sesi ini, Bupati Morowali Utara Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, yang juga merupakan alumni Fakultas Kedokteran Unhas angkatan 1995, hadir memenuhi undangan sebagai narasumber dan inspirator.
Bupati Delis hadir bersama sang istri, Febriyanthi Hongkiriwang, S.Si, Apt, yang juga merupakan Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah.
Dalam pemaparannya, Bupati Delis mengangkat tema pembangunan daerah dalam konteks nasional menuju Indonesia Emas 2045, dengan menekankan visi “Mewujudkan Morowali Utara yang Sehat, Cerdas, dan Sejahtera (SCS)”.
Ia menjelaskan bahwa sektor kesehatan menjadi fondasi utama pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
“Pengalaman saya sebagai dokter dan alumnus FK Unhas mengajarkan bahwa pembangunan kesehatan tidak bisa dilepaskan dari tata kelola yang baik, data yang kuat, serta keberanian berinovasi. Teknologi, termasuk AI, harus dimanfaatkan sebagai alat untuk memperluas akses dan meningkatkan mutu layanan, bukan menggantikan nilai kemanusiaan dalam praktik kedokteran,” ujar Bupati Delis dalam paparannya.
Ia juga memaparkan berbagai capaian pembangunan di Kabupaten Morowali Utara, di antaranya penghargaan Universal Health Coverage (UHC), pembangunan sarana dan prasarana kesehatan, pelaksanaan Program Dokter Spesialis Lintas Desa (ProDelis), serta komitmen pemerintah daerah dalam mendukung tenaga kesehatan.
Di bidang pendidikan dan pengembangan SDM, Pemkab Morowali Utara memberikan beasiswa bagi ribuan mahasiswa setiap tahun, pelatihan vokasi gratis, hingga fasilitasi pengiriman mahasiswa ke luar negeri.
Dalam konteks ekonomi daerah, Bupati Delis menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Morowali Utara menunjukkan tren positif, disertai peningkatan pendapatan per kapita dan penurunan angka kemiskinan.
Hal tersebut, menurutnya, merupakan hasil sinergi antara kebijakan pembangunan berbasis potensi wilayah, penguatan UMKM, serta peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan yang profesional dan akuntabel.
“Pembangunan daerah adalah fondasi Indonesia Emas. Jika daerah kuat, sehat, dan cerdas, maka Indonesia akan berdiri kokoh. FK Unhas memiliki peran strategis dalam mencetak dokter dan pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan jiwa pengabdian,” tambahnya.
Kehadiran Bupati Morowali Utara sebagai alumni sekaligus kepala daerah dalam forum ilmiah ini menjadi inspirasi tersendiri bagi sivitas akademika FK Unhas, khususnya mahasiswa kedokteran, bahwa profesi dokter memiliki ruang kontribusi yang luas, tidak hanya di layanan klinis, tetapi juga dalam kepemimpinan dan pembangunan bangsa.
Pertemuan Ilmiah Berkala ini diharapkan dapat memperkaya perspektif peserta dalam menyikapi perkembangan AI di bidang kedokteran, sekaligus memperkuat jejaring antara dunia akademik, praktisi, dan pengambil kebijakan dalam mewujudkan sistem kesehatan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kemanusiaan.
Sumber : (Ryo/BobNH)
Kabiro Morut : Urapan A.Gogali

