“Anak Bukan Hanya Butuh Uang Jajan”: Ny. Febriyanthi Hehi Tekankan Pentingnya Kasih Sayang Dalam Seminar Peaceful Parenting HUT IGTKI PGRI Ke-76

Beteleme, Globalrakyat.com – Ketua TP-PKK Kabupaten Morowali Utara yang juga Bunda PAUD Morut, serta Anggota DPD RI Dapil Sulawesi Tengah, Ny. Febriyanthi H. DJ Hehi, secara resmi membuka kegiatan Pelatihan dan Seminar Peaceful Parenting dalam rangka Hari Ulang Tahun Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia–Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) ke-76 di Gedung Pesparawi Beteleme, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Menjadi Orang Tua Cerdas Melalui Komunikasi yang Baik dengan Bermain, Bercerita dan Berlagu” tersebut dihadiri ratusan peserta yang terdiri atas guru PAUD dan TK, orang tua, pengurus IGTKI-PGRI, TP-PKK, serta pemerhati pendidikan anak usia dini.

Seminar dan pelatihan itu dilaksanakan di dua titik pelaksanaan.

Titik pertama meliputi Kecamatan Petasia, Petasia Barat, Petasia Timur, Soyojaya, Bungku Utara, dan Mamosalato. Sementara titik kedua diikuti peserta dari Kecamatan Mori Atas, Lembo, dan Lembo Raya.

Dalam sambutannya, Febriyanthi menegaskan bahwa pola asuh anak tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan materi, melainkan juga perhatian emosional dan kasih sayang dari orang tua.

“Anak bukan hanya butuh makanan, uang jajan, baju baru, atau sepatu baru. Yang paling penting, anak membutuhkan kasih sayang, pelukan, doa, dan perhatian dari orang tuanya,” ujar Febriyanthi.

Baca Juga Berita Ini:  Puluhan Tokoh Jemaat Ikuti Rapat Persiapan Pembentukan Sinode Gereja Kristen Morowali Raya

Ia mengatakan, pendidikan karakter anak sejatinya dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, orang tua memiliki peran utama dalam membentuk kebiasaan, moral, dan spiritual anak sejak usia dini.

“Jangan berharap anak rajin beribadah kalau orang tuanya tidak memberi teladan. Anak adalah peniru yang sangat baik. Apa yang dilihat di rumah, itulah yang akan mereka bawa dalam kehidupan mereka,” katanya.

Febriyanthi juga menyoroti pentingnya masa golden age atau masa keemasan anak pada usia dini yang dinilai menjadi fase paling menentukan dalam perkembangan karakter dan kecerdasan anak.

Menurutnya, usia 0 hingga 8 tahun merupakan periode penting pembentukan pola pikir dan perilaku anak sehingga dibutuhkan pola pengasuhan yang tepat, sehat, dan penuh kasih.

“Apa yang ditanamkan pada anak di usia dini akan membentuk masa depan mereka. Karena itu, guru PAUD dan orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membangun generasi yang cerdas secara intelektual, emosional, dan spiritual,” ungkapnya.

Baca Juga Berita Ini:  Semarak HUT RI Ke-80, Pekerja PT.GNI Harus Budayakan Gotong Royong

Ia pun mengapresiasi kolaborasi antara IGTKI-PGRI dan TP-PKK Morowali Utara dalam menghadirkan seminar tersebut.

Menurutnya, sinergi lintas organisasi sangat penting untuk memperluas edukasi parenting kepada masyarakat.

Selain itu, ia mendorong para orang tua dan tenaga pendidik agar terus meningkatkan kapasitas diri melalui berbagai pelatihan dan seminar parenting di tengah perkembangan zaman dan tantangan sosial yang semakin kompleks.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Morowali Utara dalam memperkuat pendidikan anak usia dini sebagai fondasi pembentukan karakter generasi masa depan yang unggul dan berdaya saing.

Di akhir sambutannya, Febriyanthi berharap pelatihan tersebut dapat melahirkan guru dan orang tua yang semakin bijak dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

“Mari manfaatkan momen ini untuk menjadi orang tua dan guru yang lebih baik. Anak-anak kita adalah investasi masa depan yang harus dibesarkan dengan cinta, komunikasi yang sehat, dan keteladanan,” tutupnya.

Sumber : (Ryo/Jess)

Kabiro Morut : Urapan A.Gogali

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *