Beban Kerja Perawat Tinggi, RSUD Luwuk Tetap Mampu Jaga Mutu Pelayanan Dan Kepuasan Masyarakat

Luwuk, Globalrakyat.com – Tingginya beban kerja tenaga perawat di RSUD Luwuk menjadi perhatian dalam sebuah kajian akademik yang dilakukan oleh Djunaidi Rahim, mahasiswa Pascasarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika (Untika) Luwuk. Kajian tersebut mengulas hubungan antara beban kerja perawat dengan mutu pelayanan keperawatan serta dampaknya terhadap tingkat kepuasan masyarakat sebagai pengguna layanan kesehatan.

Hasil kajian menunjukkan bahwa RSUD Luwuk masih mampu mempertahankan kualitas pelayanan yang baik meskipun menghadapi tingginya jumlah pasien yang harus ditangani setiap tahun. Kondisi ini tercermin dari tingginya tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

Berdasarkan data pelayanan rawat inap tahun 2025, RSUD Luwuk melayani sebanyak 17.280 pasien rawat inap dengan dukungan 196 tenaga perawat yang bekerja dalam sistem tiga shift, yaitu pagi, siang, dan malam. Sementara itu, tingkat pemanfaatan tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) tercatat mencapai 74,93 persen dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) berada pada angka 90,96 persen.

Menurut Djunaidi Rahim, tingginya angka BOR menunjukkan bahwa fasilitas pelayanan rawat inap di RSUD Luwuk dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga menjadi indikator bahwa tenaga kesehatan, khususnya perawat, menghadapi beban kerja yang cukup besar dalam menjalankan tugas pelayanan sehari-hari.

Baca Juga Berita Ini:  Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2026

Dalam analisisnya, setiap perawat rata-rata menangani sekitar 88 pasien per tahun. Meskipun angka tersebut masih berada dalam batas kemampuan pelayanan yang dapat dikelola, distribusi beban kerja antar shift dinilai belum sepenuhnya merata.

Shift pagi menjadi waktu dengan tingkat aktivitas tertinggi karena sebagian besar pelayanan medis, kunjungan dokter, tindakan keperawatan, serta administrasi pasien berlangsung pada periode tersebut. Kondisi ini menyebabkan beban kerja perawat pada shift pagi relatif lebih tinggi dibandingkan shift lainnya.

Kajian tersebut menegaskan bahwa tingginya beban kerja bukan hanya berkaitan dengan jumlah pasien yang dilayani, tetapi juga menyangkut kompleksitas pelayanan yang harus diberikan secara cepat, tepat, dan berkualitas. Oleh karena itu, pengelolaan sumber daya manusia keperawatan menjadi faktor penting dalam menjaga mutu pelayanan rumah sakit.

Meski menghadapi berbagai tantangan, capaian Indeks Kepuasan Masyarakat sebesar 90,96 persen menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap pelayanan RSUD Luwuk. Angka tersebut menjadi bukti bahwa tenaga kesehatan, khususnya perawat, tetap mampu memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan berkualitas kepada pasien.

Baca Juga Berita Ini:  Polres Banggai Gelar Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian Kompol Haryadi: Bukti Loyalitas Sejati

Sebagai bagian dari rekomendasi kebijakan, kajian tersebut mengusulkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan SDM keperawatan. Beberapa di antaranya adalah optimalisasi distribusi tenaga perawat pada setiap shift berdasarkan volume pasien, peningkatan kompetensi melalui pelatihan berkelanjutan dan sertifikasi profesi, serta penerapan sistem pemantauan beban kerja secara real-time.

Selain itu, program peningkatan kualitas pelayanan dan kepuasan masyarakat perlu terus dilakukan secara berkelanjutan agar rumah sakit dapat mempertahankan bahkan meningkatkan capaian yang telah diraih.

Djunaidi Rahim juga merekomendasikan agar RSUD Luwuk menargetkan peningkatan Indeks Kepuasan Masyarakat dari 90,96 persen menjadi di atas 95 persen dalam dua tahun ke depan. Target tersebut dinilai realistis apabila didukung oleh evaluasi pelayanan yang rutin, pemanfaatan teknologi informasi dalam manajemen keperawatan, serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan secara berkesinambungan.

Secara keseluruhan, hasil kajian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Luwuk masih berada dalam kategori baik. Dengan tingkat BOR mencapai 74,93 persen dan IKM sebesar 90,96 persen, rumah sakit ini dinilai memiliki fondasi yang di percaya masyarakat.

Sumber : Djunaidi Rahim, Mahasiswa Pascasarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Semester 2 – 15 Juni 2026.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *