Palu, Globalrakyat.com – Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah Febriyanthi Hongkiriwang, S.Si, Apt., menjadi salah satu narasumber dalam Seminar Paskah Nasional V Tahun 2026 yang digelar di Bala Keselamatan Korps II Palu, Jumat (24/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Febriyanthi tampil mengenakan busana taktikal berwarna pink, yang mencerminkan karakter kepemimpinan perempuan yang tegas sekaligus adaptif di ruang publik.
Seminar ini merupakan bagian dari agenda tahunan Forum Umat Kristen Indonesia yang melibatkan delapan lembaga keumatan Kristen tingkat nasional, antara lain Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII), hingga Bala Keselamatan yang pada tahun ini bertindak sebagai tuan rumah.
Mengusung tema “Kepemimpinan Perempuan dalam Ruang Publik”, forum tersebut menghadirkan tokoh agama, akademisi, dan pemimpin masyarakat untuk membahas isu strategis terkait peran perempuan dalam kehidupan berbangsa dan bergereja.
Dalam paparannya, Febriyanthi menegaskan bahwa kepemimpinan perempuan tidak hanya berbicara soal representasi, tetapi juga tentang nilai dan dampak yang dihadirkan dalam kebijakan publik.
“Kepemimpinan perempuan adalah tentang menghadirkan empati dalam kebijakan, keteguhan dalam prinsip, serta keberanian untuk membawa perubahan yang bermartabat. Setiap pemimpin adalah pelayan, dan setiap langkah kepemimpinan harus memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ruang partisipasi perempuan dalam pembangunan, sekaligus mendorong lahirnya kepemimpinan yang inklusif dan berkeadilan.
Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah Zainal Abidin, menegaskan bahwa keterbukaan dan komunikasi antarumat beragama menjadi kunci dalam menjaga moderasi dan kerukunan di Indonesia.
“Jika keberagaman tidak dikelola dengan benar, pertengkaran dan perselisihan bisa muncul, bahkan pembunuhan pun bisa terjadi di antara kita,” ujarnya.
Menurutnya, keberagaman Indonesia yang meliputi budaya, suku, bahasa, serta agama harus dikelola secara bijak agar tidak memicu konflik sosial di tengah masyarakat.
Seminar Paskah Nasional V ini diharapkan menjadi ruang refleksi dan penguatan nilai kebangsaan, sekaligus mendorong lahirnya kepemimpinan yang berintegritas, inklusif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Sumber : (Ryo/Syntia/Uli)
Kabiro Morut : Urapan Gogali





