Luwuk, Globalrakyat.com – dr. Agussalim, Sp.PD, dokter spesialis penyakit dalam sekaligus Ketua Penanganan dan Penanggulangan Diabetes RSUD Luwuk, hadir sebagai narasumber dalam Podcast Episode ke-2 PKRS RSUD Luwuk dengan tema “Diabetes dan Tata Laksana”. Kegiatan ini digelar di ruang podcast RSUD Luwuk, Kelurahan Bungin Timur, Kecamatan Luwuk, Sabtu (18/4/2026) pukul 09.30 Wita sampai selesai.
Podcast yang dipandu oleh Slamet Riadi, SKM tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya diabetes, penanganannya, serta langkah-langkah pencegahan sejak dini.
Dalam pembukaan acara, Slamet Riadi mengungkapkan bahwa kasus diabetes di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan. Ia menyebutkan, pada tahun 2023 angka kasus diabetes meningkat signifikan sehingga menjadi salah satu tantangan besar dalam beban penyakit kronis. Bahkan, diabetes termasuk penyebab kematian tertinggi di dunia setelah stroke dan penyakit jantung.
Sementara itu, dr. Agussalim dalam pemaparannya menjelaskan bahwa diabetes, yang dikenal masyarakat sebagai “penyakit gula” atau “kencing manis”, merupakan kondisi serius yang tidak boleh dianggap sepele.
Menurutnya, diabetes dapat menjadi pemicu berbagai penyakit berbahaya, termasuk stroke dan penyakit jantung, ia menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Bagi penderita diabetes maupun yang memiliki faktor risiko, dianjurkan melakukan pemeriksaan setiap tiga bulan sekali.
Sedangkan masyarakat yang merasa sehat tetap disarankan menjalani medical check-up minimal setiap enam bulan sekali sebagai langkah deteksi dini.
Dalam upaya pencegahan, dr. Agussalim menegaskan bahwa pola makan sehat menjadi kunci utama, ia menyarankan agar konsumsi karbohidrat dikurangi, terutama pada makan pagi, siang dan malam.
“Nasi sebaiknya lebih sedikit dibandingkan sayur, lauk dan buah. Idealnya tetap satu piring, tetapi porsinya dikurangi dan diperbanyak dengan sayur serta protein,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penyesuaian pola makan bagi pekerja kantoran yang cenderung memiliki aktivitas fisik rendah, sehingga asupan karbohidrat perlu lebih dibatasi.
Selain itu, masyarakat dianjurkan untuk menerapkan gaya hidup aktif. Setelah makan, disarankan untuk bergerak minimal 10 menit, terutama satu jam setelah makan karena pada waktu tersebut kadar gula darah berada pada puncaknya.
Pada orang sehat, kadar gula darah akan kembali normal setelah dua jam, sedangkan pada penderita diabetes kadar tersebut tetap tinggi.
Lebih lanjut, dr. Agussalim mengingatkan bahwa sejumlah kebiasaan buruk dapat meningkatkan risiko diabetes, seperti merokok, konsumsi alkohol, kurang tidur, serta stres. Oleh karena itu, menjaga pola hidup sehat seperti tidur cukup sekitar tujuh jam per malam, rutin berolahraga, dan mengelola stres menjadi langkah penting dalam pencegahan penyakit ini.
Secara terpisah, Direktur RSUD Luwuk, dr. Budiyanto Uda’a, Sp.KFR., M.Ked.Klin, berharap kegiatan podcast ini dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Ia menilai, melalui edukasi yang disampaikan, kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan dan mencegah diabetes dapat semakin meningkat.





