Menjawab Tantangan Transformasi Digital: Optimalisasi Mobile JKN Untuk Kepuasan Pasien Di RSUD Luwuk

Luwuk, Globalrakyat.com – Transformasi digital di sektor kesehatan bukan lagi sekadar wacana, melainkan sebuah kebutuhan untuk mewujudkan sistem pelayanan yang lebih efisien, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Salah satu implementasi nyata dari Transformasi Teknologi Kesehatan adalah hadirnya aplikasi Mobile JKN yang dikembangkan BPJS Kesehatan guna mempermudah peserta dalam mengakses berbagai layanan kesehatan.

Namun demikian, keberadaan teknologi saja belum cukup. Keberhasilan transformasi digital sangat ditentukan oleh tingkat adopsi masyarakat serta sejauh mana teknologi tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi pengguna.

Di RSUD Luwuk, implementasi Mobile JKN masih menghadapi berbagai tantangan. Berdasarkan hasil observasi, pemanfaatan aplikasi ini belum berjalan secara optimal. Sebagian besar pasien, terutama kelompok lanjut usia (lansia), masih memilih melakukan pendaftaran secara manual di loket pelayanan. Rendahnya literasi digital, minimnya pemahaman mengenai fitur antrean online, hingga keterbatasan akses jaringan internet menjadi faktor utama yang menyebabkan antrean panjang pada jam-jam pelayanan tertentu.

Dalam perspektif kesehatan masyarakat, kondisi tersebut bukan sekadar persoalan teknis penggunaan aplikasi, melainkan menyangkut akses pelayanan dan pengalaman pasien (patient experience). Apabila tidak segera diatasi, dampaknya akan dirasakan secara luas.

Baca Juga Berita Ini:  Pemberdayaan Masyarakat Dan Pelatihan Ketahanan Pangan Digelar Di Kelurahan Kilongan

Bagi pasien, lamanya waktu tunggu akan menurunkan tingkat kepuasan dan menghambat akses terhadap pelayanan kesehatan yang cepat dan efisien. Sementara bagi rumah sakit, meningkatnya kepadatan di ruang tunggu serta beban administrasi petugas dapat mengurangi efektivitas pelayanan. Lebih jauh lagi, target transformasi digital kesehatan nasional berpotensi tidak tercapai secara optimal meskipun investasi teknologi telah dilakukan.

Berdasarkan analisis kebijakan, terdapat beberapa alternatif solusi. Opsi pertama adalah meningkatkan sosialisasi penggunaan Mobile JKN. Opsi kedua adalah menyediakan pendampingan digital di area pelayanan rumah sakit. Meskipun keduanya memiliki manfaat, dampaknya dinilai masih bersifat parsial dan memerlukan sumber daya manusia yang cukup besar.

Karena itu, pendekatan yang dinilai paling efektif adalah Integrasi Transformasi Digital Berbasis Pasien. Pendekatan ini tidak hanya mendorong masyarakat menggunakan aplikasi, tetapi juga membangun ekosistem pelayanan yang memudahkan pasien dalam memanfaatkan teknologi secara nyaman dan berkelanjutan.

Untuk mendukung implementasi kebijakan tersebut, terdapat lima rekomendasi strategis bagi manajemen RSUD Luwuk.

Pertama, membentuk Pojok Digital Mobile JKN dengan menyediakan petugas pendamping (digital navigator) yang membantu pasien, khususnya lansia, dalam menggunakan aplikasi.

Baca Juga Berita Ini:  Pemda Banggai Ikuti Launching Perdana Koperasi Merah Putih Secara Virtual

Kedua, melaksanakan program edukasi digital secara masif melalui video edukasi di ruang tunggu, leaflet, serta konten media sosial yang menjelaskan manfaat dan cara penggunaan Mobile JKN.

Ketiga, meningkatkan infrastruktur teknologi melalui penyediaan akses Wi-Fi gratis, penguatan jaringan internet, serta penyediaan kiosk layanan mandiri (self-service) di lingkungan rumah sakit.

Keempat, mengintegrasikan sistem antrean online dengan pelayanan di poli serta menyediakan informasi waktu tunggu secara real time sehingga pasien memperoleh kepastian pelayanan.

Kelima, melakukan survei kepuasan pasien secara berkala untuk memastikan bahwa transformasi digital benar-benar meningkatkan kualitas pelayanan dan pengalaman pasien.

Keberhasilan transformasi digital tidak hanya diukur dari tersedianya aplikasi, tetapi dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Dengan target penggunaan Mobile JKN mencapai minimal 80 persen, penurunan antrean manual hingga 50 persen, serta tingkat kepuasan pasien di atas 85 persen, RSUD Luwuk memiliki peluang besar menjadi salah satu rumah sakit daerah yang berhasil mengimplementasikan transfo.

Sumber : Munafri Muhamad

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *