Luwuk, Globalrakyat.com – Direktur RSUD Luwuk, dr. Budiyanto Uda’a, Sp.KFR., M.Ked.Klin., secara resmi membuka Musyawarah Ranting (Musran) II Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Ranting RSUD Luwuk yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 IBI Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula RSUD Luwuk, Kabupaten Banggai, Jumat (17/7/2026), menjadi momentum penting untuk memperkuat organisasi profesi sekaligus memilih kepengurusan baru IBI Ranting RSUD Luwuk.
Musyawarah Ranting II diikuti oleh para bidan yang bertugas di RSUD Luwuk serta perwakilan bidan dari Puskesmas Simpong, Puskesmas Kampung Baru, dan Puskesmas Biak. Selain memperingati perjalanan panjang IBI selama 75 tahun dalam mengawal pelayanan kebidanan di Indonesia, kegiatan ini juga menjadi wadah konsolidasi organisasi dan evaluasi program kerja untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan laporan Ketua Panitia Pelaksana, sambutan Ketua Pengurus Ranting IBI RSUD Luwuk, sambutan Ketua Pengurus Cabang IBI Kabupaten Banggai, hingga sambutan Direktur RSUD Luwuk yang sekaligus membuka secara resmi Musyawarah Ranting II.
Dalam sambutannya, dr. Budiyanto Uda’a menegaskan bahwa bidan merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA). Menurutnya, profesi bidan memiliki peran yang sangat strategis dalam memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, hingga pelayanan kesehatan bayi dan keluarga berencana.
“Bidan adalah garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Peran mereka mencakup asuhan menyeluruh mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, hingga pemantauan tumbuh kembang bayi serta pelayanan Keluarga Berencana untuk menekan angka kematian ibu dan bayi,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa selama masa kehamilan, bidan bertanggung jawab melaksanakan pemeriksaan Antenatal Care (ANC) secara berkala guna memantau kondisi kesehatan ibu dan janin. Selain itu, bidan juga memiliki peran penting dalam mendeteksi secara dini berbagai risiko komplikasi seperti anemia, preeklamsia, hingga kelainan posisi janin sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat atau dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap apabila diperlukan.
Menurutnya, pada proses persalinan, bidan menjadi tenaga kesehatan utama yang memastikan persalinan normal berlangsung aman, nyaman, dan sesuai standar pelayanan. Bidan tidak hanya memberikan pendampingan secara fisik, tetapi juga dukungan psikologis kepada ibu bersalin serta membantu pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) sebagai langkah awal dalam mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
Lanjut dr. Budiyanto, tidak berhenti setelah persalinan. Pada masa nifas hingga 42 hari setelah melahirkan, bidan tetap melakukan pemantauan terhadap pemulihan kondisi ibu, produksi ASI, kesehatan bayi baru lahir, pemeriksaan tanda-tanda vital, pemberian imunisasi dasar, hingga memonitor pertumbuhan dan perkembangan bayi secara berkala.
Selain menjalankan pelayanan medis, bidan juga berfungsi sebagai edukator dan konselor kesehatan. Mereka memberikan penyuluhan mengenai pemenuhan gizi ibu hamil dan menyusui, teknik menyusui yang benar, perawatan bayi, kesehatan reproduksi, serta pelayanan konsultasi berbagai metode kontrasepsi seperti pil, suntik, IUD, maupun implan.
“Keberadaan bidan sangat krusial dalam menjangkau pelayanan kesehatan, khususnya di daerah-daerah yang jauh dari rumah sakit besar. Karena itu, peningkatan kompetensi dan profesionalisme bidan harus terus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai petunjuk teknis serta Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan kebidanan yang disampaikan Ketua IBI Kabupaten Banggai, Bd. Hj. Nani Rusdawati Hasan, S.Keb., S.K.M. Materi tersebut menjadi bekal bagi seluruh peserta sebelum memasuki agenda inti Musyawarah Ranting II.
Agenda utama berupa pemilihan Ketua IBI Ranting RSUD Luwuk berlangsung secara demokratis. Panitia menetapkan tujuh calon yang dipilih oleh peserta yang memiliki hak suara untuk memimpin organisasi pada periode berikutnya.
Hasil Musyawarah Ranting II menetapkan kepengurusan baru IBI Ranting RSUD Luwuk, yaitu Wirda Djau, S.Tr.Keb., M.Keb. sebagai Ketua, Sri Rahayu, A.Md.Keb. sebagai Sekretaris, dan Kadek Dwi Novrianti, S.Keb. sebagai Bendahara.
Dengan terpilihnya kepengurusan baru, diharapkan IBI Ranting RSUD Luwuk semakin solid dalam meningkatkan profesionalisme bidan, memperkuat sinergi dengan fasilitas pelayanan kesehatan, serta terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Banggai.
Seluruh rangkaian Musyawarah Ranting II berlangsung dengan tertib, penuh semangat kebersamaan, dan ditutup dengan menyanyikan Hymne Ikatan Bidan Indonesia sebagai simbol komitmen seluruh anggota dalam mengemban tugas dan pengabdian kepada masyarakat.





