Buol, Globalrakyat.com — Dugaan proyek siluman dalam pekerjaan pembangunan kanal di Desa Soraya, Kecamatan Momunu, Kabupaten Buol, akhirnya mendapat klarifikasi dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SDA PUPR Kabupaten Buol, pada Rabu 3 September 2025.
Proyek pembangunan kanal yang berlokasi di Desa Soraya ini menggunakan sumber dana dari DBH sebesar Rp194.843.000, berdasarkan kontrak bernomor 611/08.01/PPK/SDA-PUPR/2025, tertanggal 17 Juli 2025, dengan waktu pelaksanaan selama 90 hari kalender. Saat ini proyek tersebut tengah dalam tahap pelaksanaan.
Ketika dikunjungi oleh tim media Globalrakyat.com, pihak pelaksana membenarkan bahwa proyek tersebut sedang dikerjakan. Wali, selaku kontraktor pelaksana, mengatakan,”benar, Pak, di desa kami sedang ada proyek pembangunan kanal. Ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Desa Soraya karena lahan kami merupakan daerah rawa yang sering tergenang air. Dengan adanya bantuan dari pemerintah daerah melalui pembangunan kanal ini, kami sebagai petani sangat terbantu dan sangat berterima kasih,” ujar Wali.
Terkait papan informasi proyek yang belum terpasang, Wali menjelaskan bahwa papan proyek memang telah dibuat, namun ukurannya terlalu besar sehingga belum dipasang saat itu.
“Ada pak papan proyeknya. Tapi kenapa belum saya pasang, karena teman yang bikin ukurannya terlalu besar. Insyaallah besok saya pasang,” ujarnya kepada tim media Globalrakyat.com.
Dalam kesempatan terpisah, tim media juga mengkonfirmasi hal ini kepada PPK SDA-PUPR Buol, yang akrab disapa Ramli. Ia menegaskan bahwa proyek tersebut memiliki papan proyek sesuai aturan.
“Saya sudah dihubungi salah satu media yang menanyakan soal papan proyek pembangunan kanal itu, dan saya jawab bahwa proyek tersebut memiliki papan proyek. Tapi tidak lama setelah itu, saya dikirimi berita yang menyebut proyek ini sebagai proyek siluman,” jelas Ramli.
Ia menyayangkan tudingan tersebut, seraya menegaskan bahwa seluruh pekerjaan infrastruktur saat ini melalui sistem yang transparan.
“Sebenarnya, di zaman sekarang ini, apakah masih ada yang namanya proyek siluman? Kalau memang ada, proyek apa dan di daerah mana? Setahu saya, semua pekerjaan infrastruktur wajib melalui sistem aplikasi,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Ramli berharap agar pemberitaan yang disampaikan ke publik dapat disajikan secara berimbang dan berdasarkan konfirmasi langsung dari pihak terkait.
“Dalam menyajikan suatu pemberitaan, seharusnya berdasarkan konfirmasi agar berita yang disampaikan benar-benar berimbang dan bersifat independen,” tutup Ramli.





