Morut, Globalrakyat.com – Kepanikan pecah di Desa Tompira, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara , Sulawesi Tengah, Jumat (28/8/2026) sore. Sebuah rumah milik Romi Gogali dilalap api hingga menyebabkan warga sekitar berhamburan mencari bantuan.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 15.40 WITA. Kobaran api yang cepat membesar membuat warga segera menghubungi Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Morowali Utara.
Laporan tersebut langsung direspons petugas. Hanya berselang dua menit, sekitar pukul 15.42 WITA, unit Damkar bergerak menuju lokasi.
Petugas tiba sekitar pukul 16.03 WITA dan langsung berjibaku memadamkan api. Upaya pemadaman dilakukan secara cepat untuk mengendalikan kobaran sekaligus mencegah api menjalar ke rumah-rumah warga yang berada di sekitar lokasi.
Di tengah proses pemadaman, Kapolres Morowali Utara AKBP Junaidy Anthonius Weken bersama sejumlah personel turut mendatangi lokasi. Tak sekadar memantau, Kapolres bahkan ikut membantu proses penanganan kebakaran bersama petugas dan masyarakat.
Kehadiran Kapolres di lokasi menjadi bagian dari respons kepolisian dalam membantu proses penanganan sekaligus memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama pemadaman berlangsung.
Diduga Korsleting Listrik
Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik. Meski demikian, penyebab pasti masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak terkait.
Kapolres Morowali Utara mengimbau masyarakat tidak mengabaikan potensi bahaya kebakaran, terutama saat cuaca panas dan kering.
Menurut Junaidy, instalasi listrik, kabel, dan berbagai peralatan elektronik di rumah perlu diperiksa secara berkala. Ia juga mengingatkan warga untuk tidak meninggalkan kompor dalam kondisi menyala maupun melakukan aktivitas yang dapat memicu api secara sembarangan.
“Kami mengingatkan masyarakat agar rutin memeriksa kabel dan peralatan listrik di rumah. Jangan meninggalkan kompor menyala, jangan membakar sampah atau lahan sembarangan, karena saat musim kemarau angin kencang dan cuaca panas membuat api sangat cepat merambat,” ujar Junaidy.
Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada petugas jika menemukan tanda-tanda kebakaran.
Kecepatan dalam memberikan informasi, kata dia, sangat menentukan agar api dapat segera ditangani dan tidak meluas ke bangunan lain.
Setelah dilakukan penanganan oleh petugas Damkar bersama personel Polres Morowali Utara, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Pihak terkait masih melakukan penanganan dan pemeriksaan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.





