Kolonodale, Globalrakyat.com – Kebijakan pemerintah daerah Kabupaten Morowali Utara mengucurkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) bukan hanya bertujuan sebagai dukungan anggaran, tapi lebih dari itu untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat khususnya kelompok-kelompok usaha yang menjadi penerima manfaat BKK.
Penegasan itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali Utara Ir. Musda Guntur, MM, saat membuka pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya dan keunggulan produk bagi kelompok penerima manfaat BKK se Kabupaten Morowali Utara, Rabu (17/12/2025).
Pelatihan yang diikuti 350 peserta berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Morut. Peserta ini merupakan perwakilan dari Kecamatan Petasia, Petasia Timur, Petasia Barat dan Soyojaya.
Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan penguatan kapasitas dan keterampilan kepada kelompok penerima manfaat BKK agar mampu mengelola program dan mengembangkan produk secara profesional.
Sekda Musda Guntur menjelaskan, pelaksanaan pelatihan ini merupakan wujud komitmen Pemda Morut dalam mendorong pembangunan yang berorientasi pada kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan kelembagaan masyarakat, serta pengembangan produk unggulan desa.
“Ingat, BKK yang diberikan kepada desa merupakan bukti nyata keberpihakan Pemda untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Karena itu manfaatkan sebaik-baiknya pelatihan ini,” tegasnya.
Melihat perkembangan pembangunan daerah saat ini, lanjut Sekda Morut, mau tidak mau desa dituntut tidak hanya mampu mengelola potensi lokal secara efektif, tetapi juga mampu
memproduksi barang dan jasa yang bernilai tambah dan berdaya saing.
Untuk itu kapasitas kelompok penerima manfaat BKK harus senantiasa diperkuat agar mampu menjalankan usaha secara profesional, akuntabel dan berkelanjutan.
Pada kesempatan itu, Musda Guntur juga memaparkan bahwa dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, telah ditetapkan Morowali, Morowali Utara dan Banggai, merupakan pusat pengembangan industri yang berbasis potensi sumber daya alam termasuk pertambangan, perkebunan, perikanan dan sumber daya lainnya.
“Apa artinya ini? Artinya tiga kabupaten ini menjadi sentra atau pusat pengembangan industri termasuk pertambangan. Kalau kita tidak siap mengantisipasi kawasan pertumbuhan baru ini, kita akan menjadi penonton di negeri sendiri,” katanya mengingatkan.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Morut, Drs. H. Andi Parenrengi, mengemukakan peserta pelatihan merupakan perwakilan kelompok penerima manfaat BKK dari seluruh kecamatan di Morowali Utara.
Pelatihan ini terbagi tiga zona yakni zona Kecamatan Petasia, Petasia Timur, Petasia Barat dan Soyojaya dilaksanakan di Kolonodale, zona Kecamatan Bungku Utara dan Mamosalato digelar di Balai Desa Tirongan Atas dan zona Kecamatan Lembo, Lembo Raya, Mori Atas dan Mori Utara di Balai Desa Tinompo.
Peserta pelatihan terdiri dari berbagai jenis kelompok usaha masyarakat seperti kelompok usaha pangan/olah makanan, kelompok kerajinan, kelompok pertanian/perkebunan, kelompok peternakan/perikanan serta kelompok jasa produktif lainnya.
Pelatihan ini menampilkan beberapa narasumber yang berasal dari akademisi/pakar pengembangan produk dan kewirausahaan serta dari Dinas PMD Morut.
Sumber : (Ale/Ryo)
Kabiro Morut : Urapan A.Gogali





