Luwuk, Globalrakyat.com – Bupati Banggai Amirudi mengapresiasi upaya Universitas Tompotika (Untika) Luwuk yang rutin menggelar kuliah umum dengan menghadirkan pakar dari kampus-kampus ternama.
Di samping memberi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman dari berbagai sumber yang kompeten, hal tersebut penting dalam membangun budaya akademik yang dinamis.
“Kehadiran para pakar dari berbagai perguruan tinggi luar daerah menjadi salah satu upaya untuk membuka wawasan dan memperluas jejaring akademik,” ujar Bupati Amirudin saat memberi sambutan dalam kuliah umum Untika Luwuk, Senin (7/9/2026), di gedung Fakultas Teknik Untika Luwuk.
Bupati Amirudin mengatakan, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Untuk itu, lanjut Bupati, sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha harus terus diperkuat.
“Kita ingin generasi muda Banggai tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi generasi yang produktif, inovatif, mandiri, bahkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Dalam kuliah umum tersebut, Untika Luwuk menghadirkan guru besar Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar Prof. Dr. Ar. Ir. Naidah Naing sebagai narasumber.
Guru besar di program studi teknik arsitektur itu memaparkan kajiannya terkait integrasi kearifan lokal, teknologi, dan inovasi dalam menghadapi risiko gempa di daerah rawan gempa.
Wakil Rektor I Bidang Akademik Untika Luwuk Dr. Hamdin Husin mengatakan, isu ini sengaja dipilih karena potensi gempa bumi di Sulawesi Tengah tergolong tinggi.
“Di Sulawesi Tengah ini masih sangat rawan sehingga kami butuh pencerahan dan kajian di bidang tersebut,” ujar Dr. Hamdin.
Dia mengatakan, kuliah umum dengan mengundang guru besar dari universitas lain merupakan agenda rutin Untika Luwuk.
“Setiap tahun kami menggilir setiap fakultas. Dan tahun ini, giliran Fakultas Teknik,” pungkasnya.





