Uwedikan, Luwuk Timur, Globalrakyat.com – Di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan di wilayah pesisir Kabupaten Banggai, usaha kecil pengolahan kerang Se Maler milik Pak Aseng di Desa Uwedikan, Kecamatan Luwuk Timur, menjadi salah satu peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Meski masih berskala rumahan, usaha tersebut memberikan manfaat nyata bagi warga, khususnya ibu-ibu dan lanjut usia (lansia) yang membutuhkan penghasilan tambahan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Pada Jumat (9/10/2026), aktivitas pengolahan kerang Se Maler terlihat menjadi bagian dari upaya memanfaatkan potensi sumber daya pesisir menjadi produk pangan yang memiliki nilai ekonomis.
Dalam proses produksinya, Aseng melibatkan warga setempat untuk mengerjakan sejumlah tahapan, mulai dari pencucian kerang, perebusan menggunakan wajan besar, penirisan, hingga pengemasan produk.
Melalui pekerjaan tersebut, para pekerja memperoleh upah harian yang dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga. Selain memberikan kesempatan kerja, usaha ini juga ikut menggerakkan perputaran ekonomi di lingkungan desa.
Salah seorang pekerja ibu Ece, warga Desa Uwedikan, mengaku bersyukur karena masih mendapatkan kesempatan bekerja meskipun telah memasuki usia lanjut.
“Alhamdulillah, terima kasih buat pak Aseng. Usaha kecilnya ini sangat bernilai bagi kami. Kami yang sudah lansia masih bisa bekerja dan memiliki penghasilan untuk membantu ekonomi keluarga. Ekonomi warga kecil seperti kami sangat terbantu,” ujarnya.
Menurutnya, kesempatan bekerja di lingkungan desa memberikan manfaat tersendiri bagi warga yang membutuhkan penghasilan tanpa harus mencari pekerjaan jauh dari tempat tinggal.
Sementara itu, Aseng menjelaskan bahwa usaha pengolahan kerang Se Maler yang dikelolanya masih berada pada tahap uji coba sampel untuk dua produk olahan.
“Baru uji coba sampel. Mudah-mudahan bisa menjadi produk yang baik dan diterima di pasaran. Tujuan utama saya memang membantu warga Uwedikan agar memiliki pekerjaan,” kata Aseng.
Bahan baku kerang Se Maler diperoleh dari kawasan pesisir sekitar Desa Uwedikan. Pemanfaatan potensi lokal tersebut menjadi salah satu modal bagi pengembangan usaha, terutama apabila kualitas produk, proses pengolahan, dan pemasarannya dapat ditingkatkan.
Ke depan, usaha ini berpeluang dikembangkan menjadi UMKM yang lebih produktif apabila didukung dengan peningkatan peralatan pengolahan yang higienis, pengemasan yang menarik, pendampingan usaha, serta akses permodalan dan pemasaran yang memadai.
Karena itu, dukungan Pemerintah Desa Uwedikan serta perangkat daerah Kabupaten Banggai yang membidangi koperasi, UMKM, dan perdagangan diharapkan dapat membantu pelaku usaha kecil mengembangkan potensi yang dimiliki.
Apabila memenuhi persyaratan mutu, keamanan pangan, perizinan, dan standar pasar tujuan, produk olahan kerang Se Maler juga berpeluang menjangkau pasar yang lebih luas.
Kisah usaha kecil Aseng menjadi gambaran bahwa pemanfaatan potensi lokal tidak hanya berorientasi pada pengembangan usaha, tetapi juga dapat membuka kesempatan kerja dan membantu menopang ekonomi keluarga di wilayah pesisir.





