24 Tahun Menanti, Gereja KIBAID Jemaat Lasampi Akhirnya Ditahbiskan, Bupati Delis: “Jerih Payah Kita Tidak Sia-sia”

Bunta, Globalrakyat.com – Setelah melalui perjalanan panjang sejak peletakan batu pertama pada 2002, Gedung Gereja Kerapatan Injil Bangsa Indonesia (KIBAID) Jemaat Lasampi di Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara, akhirnya ditahbiskan, Rabu (30/9/2026).

Penahbisan tersebut dihadiri Bupati Morowali Utara Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, Anggota DPD RI Dapil Sulawesi Tengah Febriyanthi Hongkiriwang, S.Si., Apt., jajaran Forkopimda, pengurus Majelis Sinode Gereja KIBAID, pemerintah daerah, tokoh agama dan masyarakat, serta seluruh jemaat KIBAID Lasampi.

Prosesi penahbisan ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Delis bersama Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) Gereja KIBAID, kemudian dilanjutkan dengan pengguntingan pita sebagai tanda resmi ditahbiskannya gedung gereja tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Delis mengatakan, penahbisan gereja tersebut menjadi puncak dari perjalanan panjang jemaat dalam membangun rumah ibadah. Ia menyebut, perjalanan tersebut tidak hanya membutuhkan waktu, tetapi juga keteguhan iman, doa, kerja keras, dan pengorbanan dari jemaat.

“Perjalanan panjang akhirnya mencapai puncaknya pada hari ini. Semua ini tidak terlepas dari anugerah Tuhan, keteguhan tekad dan kekuatan iman. Banyak pengorbanan yang telah dilalui hingga gedung gereja ini dapat berdiri dan ditahbiskan,” ujar Delis.

Menurut Delis, selesainya pembangunan gedung gereja tidak boleh menjadi akhir dari perjuangan jemaat. Sebaliknya, keberadaan gedung tersebut harus semakin mendorong warga jemaat untuk aktif beribadah, berdoa, memperkuat iman, dan mengambil bagian dalam kehidupan bermasyarakat.

“Jangan gerejanya selesai, orang malah tidak masuk gereja. Kiranya selesainya gereja dan ditahbiskannya gereja ini semakin memotivasi jemaat untuk rajin beribadah, rajin berdoa, dan semakin berakar di dalam Tuhan,” katanya.

Delis juga menyampaikan selamat kepada seluruh Jemaat KIBAID Lasampi. Ia berharap gereja tersebut tidak hanya menjadi tempat peribadatan, tetapi juga menghadirkan kontribusi positif bagi masyarakat serta mendukung pembangunan di Morowali Utara.

Ketua Badan Pengurus Majelis Sinode Gereja KIBAID, Pdt. Yulianus Tandirerung, M.Div., mengatakan berdirinya gedung gereja tersebut merupakan bukti pertolongan dan penyertaan Tuhan terhadap Jemaat Lasampi.

Baca Juga Berita Ini:  Jelang Peresmian, PT GNI Timbun Jalan Dan Tata Halaman Kantor Baru Desa Bunta

Ia menilai keberadaan rumah ibadah memiliki arti penting bagi kehidupan jemaat maupun masyarakat sekitar. Karena itu, gereja diharapkan terus menjalankan peran sosial dan menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan damai.

“Gereja akan berdoa untuk kesejahteraan daerah ini dan berjuang bersama pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan, kerukunan dan kedamaian, sehingga tercipta suasana kondusif untuk membangun ekonomi yang dinikmati warga gereja dan masyarakat pada umumnya,” kata Yulianus.

Ia menegaskan, Gereja KIBAID berkomitmen menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan daerah.

“Menjadi komitmen gereja bahwa gereja harus menjadi partner pemerintah di dalam membangun daerah yang kita sama-sama cintai ini, Kabupaten Morowali Utara,” ujarnya.

Yulianus juga mengingatkan Jemaat Lasampi agar tidak berhenti pada pembangunan fisik. Setelah gedung gereja selesai, menurut dia, tugas jemaat justru berlanjut untuk menjadikan gereja sebagai basis pelayanan dan pengutusan misi.

Anggota DPD RI Dapil Sulawesi Tengah Febriyanthi Hongkiriwang, S.Si., Apt., mengatakan penyelesaian pembangunan gedung gereja merupakan buah dari pertolongan Tuhan serta kerja keras jemaat.

Namun, ia menilai tugas jemaat tidak berhenti setelah gedung selesai dibangun dan ditahbiskan.

“PR kita sebenarnya adalah bagaimana jemaat boleh hidup mencerminkan ada Kristus di dalamnya. Sehingga lewat kita boleh berbuah, boleh berbunga, boleh jadi berkat buat sekitar kita,” ujar Febriyanthi.

Ia berharap keberadaan Gereja KIBAID Jemaat Lasampi dapat memberikan dampak positif bagi Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, hingga Kabupaten Morowali Utara.

Febriyanthi juga mengajak jemaat menjadikan gereja sebagai tiang doa bagi daerah dan pemerintah, sekaligus terus menghadirkan nilai-nilai kasih dalam kehidupan bermasyarakat.

Berdasarkan laporan sejarah jemaat, perjalanan Gereja KIBAID Lasampi bermula pada 1997, ketika sejumlah keluarga asal Sulawesi Selatan yang bermukim di Desa Bunta mulai melaksanakan ibadah secara rutin di rumah jemaat.

Ibadah perdana pada Agustus 1997 diikuti sekitar 14 orang dari lima keluarga. Seiring waktu, jumlah warga yang beribadah bertambah. Jemaat kemudian membangun sebuah gereja darurat berukuran 6 x 9 meter secara gotong royong di atas lahan yang dihibahkan pemerintah Desa Bunta.

Baca Juga Berita Ini:  Wakil Bupati H. Djira K Sambut Hangat Gubernur Anwar Hafid Di Halal Bihalal Morowali Utara

Pada 1998, Jemaat KIBAID Lasampi diresmikan sebagai jemaat dalam wilayah pelayanan KIBAID. Pelayanan kemudian berkembang ke sejumlah wilayah, termasuk Korowau dan Londi, serta membuka cabang kebaktian di Bungini pada 2021 dan Tinompo pada 2023.

Sementara itu, pembangunan gedung gereja yang kemudian ditahbiskan pada 2026 melalui perjalanan panjang. Dari peletakan batu pertama pada 2002 hingga penahbisan, jemaat melewati sekitar 24 tahun proses pembangunan.

Perjalanan tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah Jemaat KIBAID Lasampi yang kini memiliki gedung gereja yang dapat digunakan untuk menunjang kegiatan peribadatan dan pelayanan jemaat.

Gereja Kerapatan Injil Bangsa Indonesia (KIBAID) merupakan gereja Protestan yang berawal dari persekutuan yang dibentuk di Makassar pada 4 Juli 1936. Organisasi tersebut kemudian berkembang menjadi gereja dan memperoleh badan hukum pada 1949 dengan nama Gereja Kerapatan Indjil Bangsa Toradja (KIBAT).

Nama KIBAT kemudian berubah menjadi Gereja Kerapatan Injil Bangsa Indonesia (KIBAID) melalui keputusan konferensi di Makassar pada 1961, yang kemudian dinotariatkan pada 1980.

Gereja KIBAID diterima sebagai anggota PGI pada 7 November 2024. PGI mencatat KIBAID memiliki pelayanan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

KIBAID menempatkan panggilannya pada penyembahan kepada Allah, pemberitaan Injil, serta pemberdayaan warga jemaat, termasuk membangun iman, memperkuat kasih dan kepedulian, serta memberikan dampak positif di tengah masyarakat.

Penahbisan Gedung Gereja KIBAID Jemaat Lasampi kemudian ditutup dengan ibadah bersama seluruh jemaat dan ramah tamah. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana sukacita dan kebersamaan.

Bupati Delis hadir bersama Febriyanthi Hongkiriwang, Wakapolres Morowali Utara Kompol Charles B.N. Karimar, S.I.K., S.H., M.H., Danramil Lembo Kapten Inf. Silas Eban Boroallo, sejumlah kepala perangkat daerah, pengurus Majelis Sinode Gereja KIBAID, para pendeta dan guru Injil, serta tamu undangan lainnya.

Sumber : (Ryo)

Kabiro Morut : Urapan A.Gogali

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *