Mengamankan “Garda Terdepan” Rumah Sakit: Urgensi Tata Kelola Alat Kesehatan Untuk Keselamatan Pasien Di BRSUD Luwuk

Luwuk, Globalrakyat.com – Pelayanan rawat jalan merupakan wajah sekaligus pintu masuk utama sebuah rumah sakit. Di sinilah masyarakat pertama kali menilai kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan. Di balik profesionalisme tenaga medis, terdapat satu faktor penting yang kerap luput dari perhatian, yakni ketersediaan dan tata kelola alat kesehatan yang andal. Alat kesehatan menjadi penopang utama dalam menghasilkan diagnosis yang tepat, pelayanan yang cepat, serta keselamatan pasien.

Sebagai rumah sakit rujukan di Kabupaten Banggai, BRSUD Luwuk memikul tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kepercayaan masyarakat tercermin dari meningkatnya jumlah kunjungan pasien rawat jalan setiap tahun. Pada tahun 2023 tercatat sebanyak 32.693 kunjungan, meningkat menjadi 43.349 kunjungan pada tahun 2024, dan diproyeksikan mencapai 45.954 kunjungan pada tahun 2025. Dalam kurun waktu tiga tahun, jumlah kunjungan diperkirakan mencapai hampir 122 ribu pasien.

Peningkatan tersebut merupakan indikator tingginya kepercayaan masyarakat, tetapi sekaligus menjadi tantangan besar bagi manajemen rumah sakit untuk memastikan seluruh sistem pelayanan tetap berjalan optimal.

Berdasarkan data ASPAK Tahun 2026, BRSUD Luwuk memiliki sekitar 2.523 unit alat kesehatan yang tersebar di berbagai layanan, mulai dari rawat jalan, Instalasi Gawat Darurat (IGD), NICU/PICU hingga ruang perawatan intensif. Jumlah tersebut merupakan aset yang sangat strategis dalam mendukung pelayanan kesehatan.

Baca Juga Berita Ini:  Kapolres Banggai Imbau Bersama Jaga Kamtibmas Jelang Putusan MK Pilkada 2024

Namun demikian, besarnya jumlah alat kesehatan tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak diimbangi dengan tata kelola yang baik. Pemeliharaan yang belum optimal, kalibrasi yang terlambat, keterbatasan teknisi elektromedis, hingga lambatnya pengadaan suku cadang masih menjadi tantangan yang dapat berdampak pada mutu pelayanan.

Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan meningkatnya waktu tunggu pasien, menurunnya akurasi diagnosis, terganggunya efektivitas pelayanan, bahkan dapat mengancam keselamatan pasien apabila tidak ditangani secara sistematis.

Karena itu, tata kelola alat kesehatan tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai urusan teknis. Pengelolaan alat kesehatan harus menjadi bagian dari kebijakan strategis rumah sakit yang berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.

Penguatan tata kelola alat kesehatan secara terpadu perlu diterapkan melalui perencanaan berbasis kebutuhan pelayanan, inventarisasi yang akurat, pemeliharaan preventif, kalibrasi berkala, monitoring pemanfaatan alat, hingga evaluasi secara berkelanjutan. Pendekatan ini akan memastikan seluruh alat kesehatan selalu berada dalam kondisi siap pakai dan memenuhi standar keselamatan.

Baca Juga Berita Ini:  Pengeroyokan Manager 168 Luwuk: Berkas Lengkap, Polisi Tahap II Tersangka

Beberapa langkah strategis yang perlu menjadi perhatian antara lain membangun sistem inventarisasi digital yang terintegrasi dengan ASPAK, menerapkan jadwal pemeliharaan dan kalibrasi secara disiplin, meningkatkan kompetensi tenaga elektromedis serta tenaga kesehatan dalam penggunaan alat, dan mengintegrasikan indikator kinerja alat kesehatan ke dalam indikator mutu pelayanan rumah sakit.

Dengan demikian, setiap kerusakan alat dapat segera terdeteksi dan ditangani sebelum berdampak terhadap pelayanan kepada pasien.

Pada akhirnya, tujuan utama penguatan tata kelola alat kesehatan di BRSUD Luwuk adalah memastikan setiap pasien memperoleh pelayanan yang cepat, tepat, aman, dan berkualitas. Keberhasilan rumah sakit tidak hanya diukur dari banyaknya pasien yang dilayani, tetapi juga dari kemampuannya menjaga mutu pelayanan melalui sistem yang profesional dan berkelanjutan.

Sudah saatnya alat kesehatan tidak lagi dipandang sebagai sekadar aset fisik, melainkan sebagai garda terdepan dalam menjamin keselamatan pasien dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BRSUD Luwuk. Dengan tata kelola yang baik, rumah sakit tidak hanya menjaga investasi bernilai miliaran rup

Sumber : Hasriyanti Dg. Amin

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *