RSUD Luwuk Hadirkan Berbagai Inovasi Pelayanan Kesehatan Di Tahun 2026

Luwuk, Globalrakyat.com – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Direktur RSUD Luwuk, Budiyanto Uda’a,Sp.KFR.,M.Ked.Klin., menyampaikan bahwa pihaknya akan terus menghadirkan berbagai inovasi pelayanan yang diusulkan dalam Indeks Inovasi Daerah Tahun 2026 maupun Lomba Inovasi Daerah Tingkat Kabupaten Banggai Tahun 2026.
Hal tersebut disampaikan kepada awak media pada Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, berbagai inovasi tersebut lahir dari sejumlah instalasi dan unit pelayanan di lingkungan RSUD Luwuk sebagai bentuk komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang cepat, mudah, nyaman dan humanis kepada pasien maupun keluarga pasien.

Dalam kategori Indeks Inovasi Daerah Tahun 2026, RSUD Luwuk mengusulkan sejumlah inovasi unggulan, di antaranya.

EDU-FISIO, inovasi edukasi fisioterapi mandiri bagi pasien dan keluarga melalui leaflet serta video panduan. Program ini bertujuan mempercepat pemulihan pasien melalui latihan rutin di rumah secara aman dan efektif.

NANTI TARO, inovasi pelayanan yang memungkinkan pasien menitip resep dan mengambil obat di apotek mitra guna mengurangi antrean dan kepadatan ruang tunggu rumah sakit.

REVISI DIA, inovasi relaksasi audiovisual untuk mengurangi kecemasan pasien sebelum operasi melalui musik, tayangan visual, dan edukasi singkat. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibanding motivasi lisan karena mampu menciptakan ketenangan dan kesiapan mental pasien secara optimal.

KEMIRI, inovasi pengelolaan limbah medis padat secara aman dan terintegrasi mulai dari pemilahan hingga pemantauan. Program ini bertujuan mencegah pencemaran lingkungan dengan melibatkan seluruh unit rumah sakit sesuai regulasi yang berlaku.
Pesan Mama, inovasi rujukan maternal-neonatal berbasis WhatsApp dari puskesmas maupun RS Pratama menuju IGD Ponek RSUD Luwuk untuk mempercepat penanganan kasus kegawatdaruratan ibu dan bayi. Inovasi ini membantu koordinasi lebih cepat dan memastikan kesiapan ruang serta tenaga medis sebelum pasien tiba.

Baca Juga Berita Ini:  Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan Istri Siri Di Desa Tontouan, Luwuk

So Neto Mengasihi, inovasi pelayanan bayi BBLR dan prematur melalui integrasi metode nesting, kanguru, dan ASI eksklusif. Program ini bertujuan mempercepat pemulihan bayi, mengurangi lama rawat inap, serta memperkuat peran orang tua dalam proses penyembuhan.

Sipadu Medik, inovasi digitalisasi rekam medik manual melalui proses pemindaian, pengindeksan, dan penyimpanan dokumen ke dalam folder Google Drive yang kemudian diintegrasikan dengan Sistem Rekam Medik Elektronik (RME). Program ini bertujuan meningkatkan efisiensi, aksesibilitas, dan keamanan pengelolaan rekam medik tanpa investasi besar.
Sindua Rajal, sistem pengaduan pelayanan rawat jalan berbasis QR Code dan Google Form yang memudahkan masyarakat menyampaikan aspirasi, saran, maupun pengaduan secara cepat, mudah, dan transparan tanpa harus datang langsung ke rumah sakit.

Mamalin (Mobilisasi Aktif Masa Salin), inovasi pelayanan persalinan di Ruang Asoka RSUD Luwuk berupa edukasi, demonstrasi, pendampingan, dan pemantauan mobilisasi aktif pasien post partum maupun post operasi sesar untuk mempercepat pemulihan dan mencegah komplikasi.

Selain itu, RSUD Luwuk juga menghadirkan inovasi Kupas Rapi, yakni pelayanan administrasi kepulangan pasien dengan sistem jemput bola (bedside administration).

Melalui inovasi ini, seluruh proses administrasi dan pembayaran ditangani admin ruangan secara digital sehingga keluarga pasien tidak perlu meninggalkan ruang perawatan untuk mengurus administrasi di loket pusat.

Baca Juga Berita Ini:  Polsek Bualemo Limpahkan Kasus Curanmor Ke Kejari Banggai

Kemudian terdapat E-Gizi Luwuk, layanan konsultasi gizi jarak jauh (telenutrition) melalui Google Form dan WhatsApp yang memberikan edukasi, konsultasi diet, serta rekomendasi gizi secara gratis kepada masyarakat tanpa harus datang ke rumah sakit.

RSUD Luwuk juga meluncurkan Gerakan Maleo, inovasi pelayanan promotif dan preventif berbasis digital melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook.
Program ini menyediakan edukasi kesehatan berkelanjutan serta layanan konsultasi daring gratis terkait kesehatan reproduksi dan pencegahan penyakit langsung oleh dokter spesialis.

Selanjutnya, inovasi Cermat menghadirkan sistem pendaftaran mandiri di unit Hemodialisis (HD) sehingga pasien dapat langsung memperoleh tindakan medis tanpa harus mengantre di loket rekam medik pusat.

Sementara itu, Sapa Luwuk merupakan sistem survei aspirasi dan penilaian pelayanan berbasis QR Code yang terhubung dengan Google Form untuk mendigitalisasi penyerapan aspirasi, keluhan, dan penilaian kepuasan pasien secara cepat di seluruh unit pelayanan RSUD Luwuk.
Direktur RSUD Luwuk, Budiyanto Uda’a, berharap berbagai inovasi tersebut mampu meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh layanan medis yang profesional, modern, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

“Dengan berbagai inovasi ini, kami berharap pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin optimal, efektif, dan mampu memberikan kenyamanan bagi pasien maupun keluarga pasien,” ucapnya

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *