Luwuk, Globalrakyat.com – Kesibukan pekerjaan yang padat membuat Yuniarti Mantuke (50) harus mengabaikan waktu makannya. Tanpa disadari, kebiasaan tersebut memicu kambuhnya penyakit asam lambung dan GERD yang selama ini dideritanya hingga menyebabkan sesak napas dan nyeri hebat di ulu hati.
“Memang sebelumnya saya punya riwayat asam lambung dan GERD. Sudah sering kambuh, tetapi ini pertama kalinya sampai harus menjalani rawat inap,” ungkap Yuniarti saat ditemui di ruang perawatan RSUD Luwuk.
Yuniarti menceritakan bahwa kondisi kesehatannya memburuk sekitar tiga hari lalu. Karena terlalu fokus menyelesaikan pekerjaan, ia lupa memenuhi kebutuhan makan secara teratur. Awalnya, ia mendapatkan penanganan di puskesmas. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, tenaga kesehatan memutuskan untuk merujuknya ke RSUD Luwuk agar mendapatkan perawatan yang lebih intensif.
“Kejadiannya tiga hari yang lalu. Karena terlalu banyak pekerjaan jadi lupa makan. Awalnya saya dibawa ke puskesmas, tetapi dari puskesmas disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit,” tuturnya.
Selama menjalani perawatan di RSUD Luwuk, Yuniarti merasakan pelayanan kesehatan yang baik dan profesional. Ia mengaku tenaga medis secara rutin memantau perkembangan kesehatannya dan memberikan pelayanan tanpa membedakan latar belakang peserta.
Meski terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), Yuniarti merasa mendapatkan pelayanan yang setara dengan pasien lainnya.
“Pelayanannya bagus. Petugas dan dokter rutin memeriksa kondisi saya. Saya juga tidak dibebankan biaya apa pun selama menjalani perawatan,” katanya.
Kini, setelah tiga hari menjalani perawatan, kondisi Yuniarti berangsur membaik. Rasa sesak dan nyeri yang sebelumnya dirasakan mulai berkurang sehingga ia dapat beristirahat dengan lebih nyaman.
Bagi Yuniarti, pengalaman ini menjadi bukti nyata pentingnya memiliki perlindungan kesehatan melalui Program JKN. Di saat kondisi kesehatan menurun dan membutuhkan pelayanan medis, ia tidak perlu khawatir terhadap biaya pengobatan yang harus ditanggung.
“Saya sangat bersyukur dengan adanya Program JKN yang memberikan rasa aman saat membutuhkan pelayanan kesehatan. Terima kasih kepada BPJS Kesehatan dan Program JKN yang sudah menjamin kesehatan masyarakat kecil seperti saya. Semoga program ini bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi banyak orang,” tutupnya.
Bagi Yuniarti menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan di tengah kesibukan merupakan hal yang penting. Di sisi lain, kehadiran Program JKN terus menjadi harapan dan perlindungan bagi masyarakat Indonesia agar dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang mudah, berkualitas, dan tanpa hambatan biaya saat dibutuhkan.





