Tim URC Polres Banggai Bekuk Komplotan Pembobol Rumah Kosong Lintas Provinsi Di Kendari

Luwuk, Globalrakyat.com – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Banggai membekuk komplotan spesialis pembobol rumah kosong lintas provinsi yang beraksi di beberapa tempat kejadian perkara (TKP) di Kota Luwuk, Sulawesi Tengah.

Kasat Reskrim Polres Banggai, AKP Nur Arifin di Luwuk, Selasa (26/5/2026) mengatakan empat pelaku yang diamankan masing-masing berinisial LR alias Jhon (53), AB (47), LI alias Oteng (30), dan FA alias Omang (32). Mereka merupakan warga Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.

“Pelaku menggunakan alat tertentu dan memanfaatkan kondisi rumah yang kosong. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat sistem keamanan lingkungan,” katanya.

Kasat Reskrim menjelaskan komplotan tersebut merupakan kelompok spesialis yang telah beraksi di sedikitnya 3 TKP di sejumlah wilayah di Kota Luwuk.

Baca Juga Berita Ini:  Semarak HUT Bhayangkara ke-79, Polres Banggai Gelar Berbagai Kegiatan

“Para pelaku menyasar rumah kosong dengan menggunakan linggis dan obeng. Dari hasil pemeriksaan, mereka beraksi di KM 5 Kelurahan Maahas, belakang SPBU KM 2 Kelurahan Bungin Timur dan di Desa Biak,” ujarnya.

Pengungkapan kasus bermula dari laporan pencurian di Desa Biak, Kecamatan Luwuk Utara, pada 18 Mei 2026. Dimana korban kehilangan 2 keping logam mulia masing-masing seberat 10 gram, perhiasan emas seberat 55 gram, dan Laptop. Total kerugian Rp100Juta.

“Masing-masing punya peran mulai dari otak pembongkaran, eksekutor, mengawasi lingkungan sekitar, hingga penadah barang hasil curian,” urai AKP Arifin.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa dua unit motor, laptop, 2 keping logam mulia, 3 gelang emas, dan sebuah anting-anting. Mereka diringkus pada Jumat (22/5) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Baca Juga Berita Ini:  Maraknya Lakalantas, Kapolres Banggai Ingatkan Tertib Berlalu Lintas

AKP Arifin menambahkan para pelaku memiliki modus operandi yang sama, yakni mengincar rumah kosong, kemudian mencongkel pintu belakang menggunakan linggis dan obeng.

“Pelaku biasanya beraksi pada saat kondisi sepi setelah memastikan rumah dalam keadaan kosong, lalu mengambil barang-barang berharga,” tukasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *