Luwuk, Globalrakyat.com – Direktur RSUD Luwuk secara resmi menerima enam peserta Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) Angkatan II Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat Direktur RSUD Luwuk, Kabupaten Banggai, Rabu (17/6/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, Hj. Nurmasita Datu Adam, S.Kep., Ns., Kabid Pelayanan Medik Mulyana Santy, SKM., Kabid penunjang Disman Witarsa S.Kep., Kabag Umum Sri Tresny Banteng, SH., serta dr. Emanuel Elisabeth Wantania, MPH yang bertindak sebagai pendamping bagi enam peserta Program Internship Dokter Indonesia yang bertugas di RSUD Luwuk.
Penerimaan peserta internship ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dokter yang baru menyelesaikan pendidikan kedokteran sebelum menjalankan praktik secara mandiri di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, para peserta mendapatkan sambutan hangat dari Direktur RSUD Luwuk, dr. Budiyanto Uda’a, Sp.KFR., M.Ked.Klin., bersama jajaran manajemen rumah sakit.
Kepada awak media melalui pesan WhatsApp, dr. Budiyanto Uda’a menyampaikan bahwa kehadiran para dokter internship diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam mendukung pelayanan kesehatan, baik di lingkungan rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya yang menjadi lokasi penugasan.
“Kehadiran para dokter internship diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam mendukung pelayanan kesehatan, baik di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya yang menjadi lokasi penugasan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Program Internship Dokter Indonesia merupakan program nasional yang bertujuan memberikan pengalaman praktik klinis secara komprehensif kepada dokter baru melalui pendampingan dan supervisi tenaga medis yang berpengalaman.

“Melalui program ini, para peserta diharapkan mampu mengembangkan kompetensi, keterampilan klinis, kemampuan komunikasi, serta profesionalisme dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, dengan diterimanya peserta Program Internship Dokter Indonesia Angkatan II Tahun 2026 di Kabupaten Banggai, diharapkan tercipta sinergi yang baik antara tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Kabid Pelayanan Medik RSUD Luwuk, Mulyana Santy, SKM, saat dihubungi melalui sambungan telepon mengatakan bahwa program internship merupakan tahapan penting dalam pembentukan dokter yang profesional, berintegritas, serta memiliki kemampuan adaptasi terhadap berbagai kondisi pelayanan kesehatan di lapangan.
“Program internship merupakan tahapan penting dalam pembentukan dokter yang profesional, berintegritas, dan memiliki kemampuan adaptasi terhadap berbagai kondisi pelayanan kesehatan di lapangan,” ujarnya.
Menurut Mulyana, keberadaan dokter internship tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi para peserta, tetapi juga dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Dengan adanya dokter internship, pelayanan kesehatan dapat semakin optimal sekaligus menjadi wadah pembelajaran yang berharga bagi para dokter muda dalam mengasah kemampuan klinis dan profesionalismenya,” tutupnya.





