Buol, Globalrakyat.com — Para petani kelapa sawit di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, diimbau untuk lebih berhati-hati dan selektif dalam membeli maupun menggunakan benih kelapa sawit.
Pasalnya, peredaran benih sawit ilegal atau tidak bersertifikat masih menjadi ancaman nyata yang dapat merugikan petani dalam jangka panjang.
Benih merupakan faktor paling penting yang menentukan keberhasilan usaha perkebunan kelapa sawit.
Penggunaan benih yang tidak jelas asal-usulnya berpotensi menyebabkan pertumbuhan tanaman tidak seragam, produktivitas rendah, hingga kerugian ekonomi yang besar.

“Jangan hanya melihat harga murah, tetapi pastikan terlebih dahulu asal-usul benih, legalitas penangkar atau produsen, serta dokumen pendukungnya,” ujar Direktur CV Lintas Sulawesi Grup, Jamaludin Butudoka, S.Pd.I., S.Pd.
Ia mengingatkan agar petani tidak mudah tergiur tawaran benih murah tanpa kepastian legalitas.
Kesalahan memilih benih dapat berdampak hingga puluhan tahun terhadap hasil produksi kebun.
Investasi perkebunan kelapa sawit bukanlah investasi jangka pendek. Menggunakan benih unggul dan legal harus menjadi perhatian utama sejak awal penanaman demi menunjang masa depan kebun yang produktif. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
● Pastikan benih berasal dari penangkar yang memiliki izin resmi
●Periksa dokumen sertifikat benih yang lengkap dan sah
● Kenali ciri-ciri benih unggul: pertumbuhan seragam, bebas hama dan penyakit
● Hindari penawaran benih dengan harga jauh di bawah harga pasaran tanpa penjelasan jelas
“Lebih baik membeli benih yang jelas legalitas dan kualitasnya sejak awal daripada menanggung kerugian besar di kemudian hari.”
“Petani sawit harus cerdas, teliti, dan jangan sampai menjadi korban peredaran benih ilegal.”
Sumber : Jamaludin Butudoka, S.Pd.I., S.Pd.
Kabiro Buol : Syamsul J.Idris





